BANDAR LAMPUNG — Suasana tenang di salah satu kawasan permukiman di Kota Bandar Lampung mendadak gempar menyusul penemuan sesosok mayat yang telah menjadi kerangka dan tengkorak manusia di dalam sebuah bangunan rumah kosong. Insiden mengejutkan ini bermula dari aktivitas sederhana seorang warga yang awalnya hanya berniat mencari buah sawo di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa penemuan tulang belulang tersebut langsung menyita perhatian warga setempat yang berbondong-bondong mendekati lokasi guna memastikan kabar yang beredar. Pihak kepolisian dari jajaran Polresta Bandar Lampung bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) sesaat setelah menerima laporan dari aparat lingkungan dan warga sekitar.
Kronologi Awal Penemuan Kerangka
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan jenazah berawal ketika saksi mata melintasi area halaman bangunan rumah yang telah lama tidak berpenghuni tersebut untuk memetik buah sawo. Namun, langkah saksi terhenti saat mencium aroma mencurigakan dan mendapati pemandangan ganjil di dalam sudut ruangan bangunan tak terawat itu.
- Pukul 09.30 WIB: Saksi menyusuri pekarangan rumah kosong untuk memetik buah sawo di pohon yang rimbun dekat struktur bangunan.
- Pukul 09.45 WIB: Saksi melihat struktur tulang menyerupai kerangka manusia yang tergeletak di atas lantai beralaskan sisa kain lapuk.
- Pukul 10.00 WIB: Saksi segera melaporkan temuannya kepada ketua RT setempat dan meneruskannya ke polsek terdekat.
- Pukul 10.30 WIB: Petugas kepolisian tiba di lokasi untuk mengamankan area penemuan dan memasang garis polisi.
Olah TKP dan Evakuasi Tim Inafis
Guna mengungkap identitas serta penyebab kematian korban, Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polresta Bandar Lampung langsung menggelar olah TKP secara menyeluruh. Petugas menyisir setiap sudut bangunan guna mencari barang bukti tambahan, seperti pakaian, alas kaki, maupun kartu identitas yang mungkin tertinggal di sekitar jenazah.
"Kami telah melakukan pengamanan area dan olah TKP awal. Kondisi jenazah saat ditemukan memang sudah dalam bentuk kerangka dan tengkorak. Seluruh material tulang belulang telah dikumpulkan secara hati-hati untuk kepentingan pemeriksaan forensik lebih lanjut," terang petugas kepolisian di lokasi kejadian.
Kerangka manusia tersebut kemudian dievakuasi ke Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung guna menjalani proses autopsi serta pemeriksaan Disaster Victim Identification (DVI).
Pemeriksaan Forensik dan Penyelidikan Lanjutan
Pihak kepolisian kini tengah menelusuri data kependudukan dan berkoordinasi dengan masyarakat sekitar untuk mengidentifikasi sosok kerangka tersebut. Sejumlah langkah strategis yang dilakukan aparat kepolisian meliputi:
- Pemeriksaan Antropologi Forensik: Menentukan jenis kelamin, estimasi usia, tinggi badan, serta perkiraan waktu kematian korban.
- Pencocokan Data Orang Hilang: Membuka posko pengaduan bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam rentang waktu beberapa bulan terakhir.
- Penyelidikan Kriminologi: Meneliti kemungkinan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada struktur tulang yang ditemukan.
Kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat yang merasa kehilangan sanak saudara untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat atau mendatangi RS Bhayangkara Polda Lampung dengan membawa data medis atau dokumen pendukung guna mempermudah proses identifikasi DNA.
Comments (0)