Sep 17, 2026
Nasional

Ibunda Korban Penembakan KKB Papua Histeris Sambut Jenazah Putranya

Isak tangis dan jerit kepedihan pecah saat peti jenazah Alfonsius Albinus Mehan, warga sipil yang menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (K

Ibunda Korban Penembakan KKB Papua Histeris Sambut Jenazah Putranya

Isak tangis dan jerit kepedihan pecah saat peti jenazah Alfonsius Albinus Mehan, warga sipil yang menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, tiba di rumah duka. Sang ibunda tak kuasa menahan rasa duka mendalam hingga jatuh pingsan berkali-kali di samping peti mati putra tercintanya yang tewas dalam aksi kekerasan bersenjata tersebut.

Keluarga besar, kerabat, hingga tetangga sekitar tampak memadati kediaman almarhum untuk memberikan penghormatan terakhir. Suasana haru kian memuncak ketika ibunda korban meratapi nasib malang sang anak yang merantau jauh ke Tanah Papua demi mengais rezeki untuk menopang perekonomian keluarga, namun justru pulang dalam kondisi terbujur kaku tak bernyawa.

"Anak saya pergi untuk mencari nafkah yang halal, bukan untuk berbuat jahat. Mengapa mereka tega merenggut nyawanya dengan cara sekejam ini?" ratap ibunda korban di hadapan para pelayat.

Kronologi dan Rangkaian Evakuasi Korban

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari otoritas berwenang dan perwakilan keluarga, berikut adalah kronologi insiden tragis hingga pemulangan jenazah:

  1. Aksi Penyerangan: Peristiwa berdarah terjadi saat Alfonsius Albinus Mehan sedang melakukan aktivitas kerja rutin di pedalaman Papua. Kelompok bersenjata tiba-tiba melancarkan serangan tembakan membabi buta ke arah warga sipil tanpa alasan yang jelas.
  2. Upaya Evakuasi Medis: Rekan kerja dan aparat keamanan setempat berupaya membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat, namun luka tembak parah pada bagian vital membuat korban mengembuskan napas terakhir sebelum sempat memperoleh tindakan operasi darurat.
  3. Pemberangkatan Jenazah: Setelah melalui proses autopsi dan persemayaman sementara di Papua, jenazah diterbangkan menggunakan pesawat komersial menuju bandara terdekat dari kampung halamannya dengan pengawalan keluarga serta petugas.
  4. Tiba di Rumah Duka: Peti jenazah disambut upacara adat dan doa bersama sebelum dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.

Desakan Pengusutan Tuntas dan Jaminan Keamanan

Insiden penembakan ini kembali memicu kecaman keras dari berbagai elemen masyarakat, khususnya asosiasi perantau dan lembaga advokasi hak asasi manusia. Pemerintah bersama aparat TNI-Polri didesak untuk mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap para pelaku kejahatan bersenjata yang terus menjadikan warga sipil tak berdosa sebagai sasaran kekerasan.

Pihak keluarga almarhum berharap adanya perhatian dan keadilan nyata dari negara atas gugurnya Alfonsius. Beberapa poin penting yang menjadi tuntutan keluarga meliputi:

  • Penegakan Hukum: Aparat keamanan diminta menangkap serta memproses hukum kelompok pelaku yang bertanggung jawab atas penembakan.
  • Perlindungan Pekerja: Evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan bagi para pekerja sipil dan pendatang di wilayah-wilayah rawan konflik di Papua.
  • Santunan Keluarga: Adanya bantuan kemanusiaan serta santunan bagi keluarga yang ditinggalkan, mengingat almarhum merupakan salah satu tulang punggung keluarga.

Pemerintah daerah setempat yang turut hadir melayat menyampaikan belasungkawa mendalam dan berjanji akan membantu memfasilitasi kebutuhan pemakaman serta mendampingi keluarga melewati masa-masa berkabung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User