Monday, 24 August 2026 | 10:06 WIB

Wamendagri Titip 4 Pesan ke Mahasiswa Untad untuk Penuntasan TB Sulteng

PALU, SULTENG — BREAKING: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus BARU SAJA menitipkan empat pesan strategis kepada mahasiswa Universitas Tadulako (Untad). Sasaran tunggalnya tegas: m...

Aug 23, 2026 - 08:50
0 0
Wamendagri Titip 4 Pesan ke Mahasiswa Untad untuk Penuntasan TB Sulteng

PALU, SULTENG — BREAKING: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus BARU SAJA menitipkan empat pesan strategis kepada mahasiswa Universitas Tadulako (Untad). Sasaran tunggalnya tegas: mempercepat penuntasan tuberkulosis atau TB di Sulawesi Tengah.

Kunjungan itu merupakan bagian dari agenda penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemda, dan dunia kampus. Wiyagus datang langsung ke Palu. Ia tak ingin bicara teori saja di depan anak-anak muda.

Wamendagri menegaskan pemerintah tidak bisa menghabisi TB sendirian. Kampus dinilai sebagai kekuatan sosial yang belum optimal digerakkan. Mahasiswa diposisikan bukan sekadar penonton. Mereka dituntut tampil sebagai pelaku utama perubahan di tengah masyarakat.

  • Empat pesan disampaikan Wamendagri langsung di hadapan mahasiswa Untad di Palu.
  • Fokus besar agenda: percepatan penanggulangan TB di wilayah Sulawesi Tengah.
  • Mahasiswa didorong turun ke lapangan dan mengedukasi warga secara langsung.
  • Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan gerakan penuntasan TB.

Empat Pesan Strategis Wamendagri

Pesan pertama menyentuh peran aktif mahasiswa. Wiyagus meminta anak kampus tidak berhenti di ruang kuliah. Mereka diminta terjun ke komunitas, kampung, dan kelurahan. Edukasi sederhana tentang bahaya TB bisa dimulai dari lingkungan terdekat sendiri.

Pesan kedua menyoroti kolaborasi semua pihak. Pemerintah daerah, kampus, puskesmas, hingga organisasi kemahasiswaan diminta menyatu. Gerakan yang berjalan sendiri-sendiri hanya akan membuang energi. Satu arah, satu target: kasus TB tertangani jauh lebih cepat.

Pesan ketiga berbicara soal edukasi masif kepada masyarakat. Banyak warga masih menganggap batuk berkepanjangan sebagai hal biasa. Padahal kondisi itu bisa menjadi gejala awal TB paru. Mahasiswa diminta membuka kesadaran warga agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Pesan keempat menekankan inovasi dan pengabdian. Riset mahasiswa diarahkan untuk menghasilkan solusi nyata penanganan TB. Program pengabdian masyarakat juga diharap menyasar wilayah rawan. Data lapangan dari kampus diyakini membantu pemerintah mengambil keputusan yang lebih tepat.

TB Masih Ancaman Serius

TB disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penularan terjadi lewat percikan udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Gejala klasiknya meliputi batuk lebih dari dua minggu, demam malam, keringat dingin, serta penurunan berat badan drastis. Tanpa penanganan serius, penyakit ini bisa mengancam nyawa.

Berita baiknya, TB sembuh total bila diobati secara rutin dan tuntas. Pengobatan standar berlangsung sekitar enam bulan. Persoalannya, banyak penderita berhenti di tengah jalan karena merasa sudah membaik. Di titik inilah pendampingan mahasiswa sangat dibutuhkan.

Stigma sosial juga masih menjadi penghalang besar. Sebagian penderita takut dicap negatif tetangganya. Akibatnya mereka menyembunyikan gejala dan menunda pemeriksaan. Padahal keterlambatan deteksi memperbesar risiko penularan ke anggota keluarga.

Pemerintah menargetkan Indonesia bebas TB pada tahun 2030. Target itu selaras dengan komitmen tujuan pembangunan berkelanjutan global. Sulawesi Tengah termasuk wilayah dengan pekerjaan rumah berat. Temuan kasus dini dan pengobatan tuntas menjadi dua tantangan terbesarnya saat ini.

Kampus Jadi Garda Terdepan

Mahasiswa Untad menerima pesan tersebut dengan antusias tinggi. Beberapa saksi mata di lokasi melaporkan sesi diskusi berlangsung hidup dan interaktif. Berbagai pertanyaan soal langkah konkret langsung dilontarkan dari barisan peserta.

Wiyagus menutup paparannya dengan ajakan lantang. Generasi muda, tegasnya, adalah penentu cepat atau lambatnya Indonesia bebas TB. Ia berharap semangat dari Palu menular ke kampus-kampus lain di kawasan Indonesia timur.

UPDATE terkini: Pemda Sulawesi Tengah dikonfirmasi siaga mendukung gerakan ini secara penuh. Sinergi kampus dan pemerintah diyakini mempercepat penemuan kasus baru di daerah. Perkembangan lanjutan dari lapangan akan segera dilaporkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User