Vietnam dan Filipina Naik Kelas, Mampukah Indonesia Mengejar?

Persaingan ekonomi di kawasan Asia Tenggara kembali memanas setelah lembaga keuangan global merilis klasifikasi terbaru status pendapatan negara-negara di dunia. Dalam laporan terbarunya, Bank Dunia

Jul 08, 2026 - 00:20
0 0
Vietnam dan Filipina Naik Kelas, Mampukah Indonesia Mengejar?

Persaingan ekonomi di kawasan Asia Tenggara kembali memanas setelah lembaga keuangan global merilis klasifikasi terbaru status pendapatan negara-negara di dunia. Dalam laporan terbarunya, Bank Dunia secara resmi menaikkan status dua negara ASEAN, yakni Vietnam dan Filipina, ke dalam kategori negara berpendapatan menengah ke atas (upper-middle income). Peningkatan status ini menandai lompatan signifikan dalam pemulihan dan pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi, sekaligus menjadi alarm bagi Indonesia yang belum beranjak dari kategori yang sama atau justru berpotensi tertinggal dalam percaturan ekonomi regional.

Indonesia Kini di Bawah Lima Negara ASEAN

Dengan naiknya kelas ekonomi Vietnam dan Filipina, kini terdapat lima negara di Asia Tenggara yang secara resmi memiliki strata ekonomi lebih tinggi dari Indonesia. Kelima negara tersebut adalah Singapura, Malaysia, Thailand, serta dua negara yang baru saja promosi status tersebut. Posisi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas kebijakan ekonomi nasional dalam memacu pendapatan per kapita dan pemerataan kesejahteraan.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, indikator utama yang digunakan Bank Dunia untuk menaikkan status kedua negara tersebut adalah lonjakan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) per kapita. Tercatat, PNB per kapita Vietnam pada tahun 2025 menyentuh angka US$ 4.970, atau setara dengan Rp 89,28 juta (menggunakan asumsi kurs Rp 17.964 per dolar AS). Sementara itu, Filipina mengikuti di belakang dengan capaian PNB per kapita sebesar US$ 4.850, atau sekitar Rp 87,12 juta. Capaian ini berhasil melampaui ambang batas resmi yang ditetapkan oleh Bank Dunia untuk kategori negara berpendapatan menengah atas, yaitu sebesar US$ 4.636 atau sekitar Rp 82,28 juta.

"Lonjakan ini menunjukkan bahwa transformasi ekonomi dan strategi industrialisasi yang dijalankan oleh Vietnam, serta kebijakan reformasi dan penguatan tenaga kerja di Filipina, mulai membuahkan hasil yang konkret. Kedua negara tersebut kini tidak lagi masuk dalam kumpulan negara berpendapatan menengah ke bawah," tulis media kami dalam analisis ekonomi regional.

Pertumbuhan PNB per kapita Vietnam dan Filipina ini dipicu oleh penguatan sektor manufaktur berorientasi ekspor yang agresif serta peningkatan signifikan dalam investasi asing langsung (FDI). Kedua negara ini berhasil menarik banyak rantai pasok global yang melakukan diversifikasi di luar China, menjadikan mereka sebagai basis produksi alternatif utama di kawasan. Meski demikian, tantangan bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan bukanlah perkara mustahil, mengingat potensi pasar domestik yang jauh lebih besar dan sumber daya alam yang melimpah. Namun, untuk bisa naik kelas dan bersaing secara setara, Indonesia membutuhkan lompatan kebijakan yang signifikan dalam mendorong hilirisasi, produktivitas, dan konektivitas logistik yang selama ini menjadi pekerjaan rumah klasik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Lapangan. Reporter lapangan peristiwa terkini.

Comments (0)

User