UMW Kendari Gaungkan Bahaya Ginjal Sejak Dini ke Siswa
BARU SAJA — Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari langsung terjun membekali ratusan siswa dengan strategi dini pencegahan kerusakan ginjal. Langkah ini merupakan respons terhadap tren peningkatan...
BARU SAJA — Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari langsung terjun membekali ratusan siswa dengan strategi dini pencegahan kerusakan ginjal. Langkah ini merupakan respons terhadap tren peningkatan penyakit ginjal kronis pada usia muda di Sulawesi Tenggara.
Penyuluhan Agresif di Sekolah
Kegiatan edukasi digelar di SMAN 4 Kendari, dengan menghadirkan tim dokter dan mahasiswa kedokteran UMW. Lebih dari 250 siswa kelas X dan XI menjadi sasaran utama program bertajuk “Ginjal Sehat, Masa Depan Hebat” itu.
- Dilaporkan langsung — pemeriksaan tekanan darah dan urine gratis dilakukan di 10 pos medis dadakan.
- Tim UMW membongkar pola konsumsi minuman kemasan berpemanis tinggi yang marak di kalangan remaja.
- Setiap siswa menerima kartu pemantauan hidrasi harian untuk dibawa pulang.
“Kami tidak hanya ceramah. Siswa kami ajak simulasi langsung menghitung asupan gula harian dari jajanan mereka,” ujar dr. Andi Tenri, koordinator kegiatan, saat dikonfirmasi di lokasi.
Ancaman Gagal Ginjal pada Remaja
Data dari Dinas Kesehatan Kendari menunjukkan lonjakan 17 persen kasus gangguan ginjal pada usia 15-19 tahun sepanjang 2025. Konsumsi cairan isotonik berlebihan dan minim air putih disebut sebagai pemicu utama. UMW menekankan, deteksi dini melalui kesadaran pelajar adalah kunci memutus darurat ini.
UPDATE MENIT LALU — tim UMW juga menemukan bahwa 3 dari 10 siswa yang diperiksa memiliki kadar protein urine di atas ambang normal, tanpa keluhan apa pun. Temuan ini langsung dilaporkan ke puskesmas setempat untuk tindak lanjut.
Siaga Sejak Dini
Kampus ini tidak berhenti di satu sekolah. Rektor UMW, Dr. H. La Ode Muhammad, menegaskan akan memperluas program ke seluruh SMA/MA di Kota Kendari dalam 6 bulan ke depan. “Kami siaga penuh. Ini bukan sekadar penyuluhan, tapi gerakan massal perubahan gaya hidup,” tegasnya.
Para siswa juga dibekali modul digital tentang manajemen stres dan olahraga ringan yang berdampak langsung pada fungsi ginjal. Materi dikemas dalam video pendek yang mudah diakses melalui gawai.
- Dikonfirmasi — kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan PB PGRI Sultra telah diteken.
- Target berikutnya: 1.500 pelajar terskrining dalam tiga bulan.
Kegiatan ditutup dengan deklarasi “Pelajar Kendari Minum Air Putih 2 Liter Sehari” yang ditandatangani seluruh peserta. Perkembangan ini menjadi sinyal kuat bahwa intervensi dini kesehatan ginjal kini menjadi prioritas bersama.
Baca juga:
Comments (0)