Irjen Pol. Raden Umar Faroq: Profil dan Kinerja Kapolda Nusa Tenggara Barat
Irjen Pol. Raden Umar Faroq: Profil dan Kinerja Kapolda Nusa Tenggara Barat
Profil Singkat
Irjen Pol. Raden Umar Faroq, S.I.K., M.H. lahir di Jakarta, 3 Maret 1969. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991. Sebelum menjabat Kapolda NTB, ia dikenal sebagai perwira tinggi dengan rekam jejak panjang di bidang reserse dan intelijen. Ia diangkat sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat pada Februari 2025, menggantikan Irjen Pol. Djoko Poerwanto yang memasuki masa pensiun.
Karier dan Riwayat Jabatan
Karier Irjen Faroq ditandai oleh penugasan strategis di berbagai institusi:
- Wakapolda Metro Jaya (2021-2023) – Memimpin operasi pengamanan ibu kota, termasuk penanganan unjuk rasa dan kejahatan siber.
- Kapolda Kalimantan Selatan (2023-2025) – Mencatat keberhasilan menekan angka karhutla dan konflik lahan melalui pendekatan preemtif berbasis komunitas.
- Pendidikan dan Pelatihan – Menamatkan PTIK (1999) dan Sespimti (2019). Memperoleh gelar Magister Hukum dari Universitas Diponegoro.
- Penugasan Luar Negeri – Pernah bertugas sebagai Atase Polri di KBRI Canberra, Australia (2014-2016).
Kinerja dan Program Unggulan
Sejak memimpin Polda NTB, Irjen Faroq menerapkan pendekatan presisi dan berbasis teknologi:
- Operasi "Zero Narkoba NTB" – Dalam semester pertama 2026, Polda NTB membongkar 3 jaringan narkotika internasional dan menyita 18 kg sabu serta 45.000 butir ekstasi. Angka prevalensi penyalahgunaan turun 9 persen dibanding tahun sebelumnya.
- Program "Polisi Pariwisata 4.0" – Menyusul lonjakan wisatawan pasca-pandemi, ia menginisiasi sistem patroli terintegrasi berbasis AI di kawasan Mandalika dan Gili Trawangan. Sistem ini memangkas waktu respons insiden dari 12 menit menjadi 4 menit.
- Pengamanan Sirkuit Mandalika – Menyiapkan skema pengamanan ketat menjelang MotoGP 2026, termasuk antisipasi kejahatan siber terhadap pengunjung internasional.
- Pendekatan Restoratif – Menekan angka perkara ringan yang masuk pengadilan melalui 67 unit Rumah Restorative Justice di tingkat polsek, tertinggi di antara polda wilayah timur Indonesia.
"Kami tidak ingin menjadi polisi yang sekadar menindak. Kami ingin hadir sebagai solusi. Setiap senyum warga adalah ukuran keberhasilan kami," ujar Irjen Faroq dalam apel pagi di Lapangan Sangkareang, 15 April 2026.
Tantangan dan Harapan
NTB menghadapi kompleksitas kejahatan yang dipicu oleh disparitas ekonomi pasca-peningkatan investasi pariwisata. Tantangan utama mencakup kejahatan properti terhadap wisatawan, penyelundupan manusia melalui perairan Lombok-Sumbawa, serta potensi radikalisme di daerah terpencil. Irjen Faroq mengakui perlunya sinergi lebih erat dengan pemerintah daerah, TNI, serta tokoh adat dan agama untuk menjaga stabilitas keamanan tanpa mengorbankan kearifan lokal. Polda NTB juga tengah merancang program "Kampung Tangguh Ekonomi" sebagai upaya preventif mengalihkan masyarakat dari aktivitas ilegal melalui pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Comments (0)