Trump Naikkan Tarif Otomotif, Kayu, Farmasi Korea Selatan ke 25 Persen
Washington DC — Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan kenaikan tarif signifikan terhadap tiga komoditas unggulan Korea Selatan pad
Washington DC — Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan kenaikan tarif signifikan terhadap tiga komoditas unggulan Korea Selatan pada Senin malam (26/1). Dalam pernyataan yang disampaikan dari Ruang Oval, Trump menegaskan bahwa tarif produk otomotif, kayu, dan farmasi akan melonjak dari 15 persen menjadi 25 persen—sebuah langkah yang langsung memicu gelombang kekhawatiran di pasar Asia.
Keputusan ini diambil di tengah negosiasi dagang bilateral yang sedang berlangsung. Trump, yang dikenal dengan pendekatan agresifnya dalam kebijakan perdagangan, menyebut bahwa Korea Selatan telah terlalu lama menikmati ketidakseimbangan akses pasar. “Mereka menjual ribuan mobil di sini, tapi kita dapat apa? Kita dapat hambatan. Ini akan berubah sekarang,” ujarnya dengan nada tajam.
Skala Dampak: Tiga Sektor Kunci Terpapar
Pengumuman ini mencakup tiga sektor vital yang menjadi tulang punggung ekspor Korea Selatan ke Amerika Serikat. Berikut rincian komoditas yang terdampak: - Otomotif: Mencakup kendaraan penumpang, truk ringan, dan komponen utama. Hyundai dan Kia menjadi pihak yang paling terpukul mengingat AS adalah pasar ekspor terbesar mereka. - Kayu dan Produk Kayu: Termasuk kayu lapis, furnitur, dan bahan konstruksi yang selama ini menikmati tarif rendah. - Farmasi: Obat-obatan, bahan aktif farmasi, dan produk bioteknologi ikut terkena imbas. Samsung Biologics dan Celltrion termasuk perusahaan yang sahamnya langsung terkoreksi. Data dari Asosiasi Perdagangan Internasional Korea Selatan menunjukkan bahwa total nilai ekspor ketiga sektor ini ke AS mencapai 78 miliar dolar AS pada 2025, atau sekitar 42 persen dari total ekspor Korea Selatan ke Negeri Paman Sam.Negosiasi atau Guncangan?
Langkah ini memunculkan spekulasi liar di kalangan analis perdagangan. Beberapa pihak menilai bahwa kenaikan tarif ini adalah taktik negosiasi untuk memaksa Seoul membuka sektor pertanian dan jasa digitalnya. Namun, yang lain memperingatkan bahwa ini bisa menjadi awal dari perang dagang penuh di Semenanjung Korea.“Ini bukan sekadar gertakan. Kalau dihitung, margin keuntungan produsen otomotif Korea Selatan di pasar AS hanya sekitar 8-11 persen. Kenaikan tarif 10 persen ini praktis menghapus seluruh profit mereka. Pilihannya cuma dua: naikkan harga jual ke konsumen Amerika atau relokasi pabrik lebih cepat,” ujar Prof. Kim Dae-hyun, ekonom senior dari Seoul National University, dalam wawancara eksklusif dengan Beritatercepat.Korea Selatan sendiri belum memberikan respons resmi. Namun, sumber di Kementerian Perdagangan Seoul yang enggan disebut namanya mengindikasikan bahwa semua opsi tersedia di meja, termasuk mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan melakukan pembalasan tarif terhadap produk pertanian AS.
Comments (0)