Argentina Kalahkan Inggris 2-1 untuk Tiket Final Piala Dunia 2026
Stadion Mercedes-Benz di Atlanta bergetar ketika peluit panjang berbunyi. Argentina, sang juara bertahan, baru saja memastikan tempat di partai puncak Pial
Stadion Mercedes-Benz di Atlanta bergetar ketika peluit panjang berbunyi. Argentina, sang juara bertahan, baru saja memastikan tempat di partai puncak Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Inggris dengan skor tipis 2-1 pada laga semifinal yang berlangsung dramatis, Kamis (16/7/2026) waktu setempat. Sekitar 71.000 pasang mata menyaksikan langsung bagaimana La Albiceleste kembali menjadi batu sandungan bagi Three Lions di panggung terbesar sepak bola dunia.
Kemenangan ini bukan sekadar tiket ke final. Ia adalah perpanjangan dari narasi panjang persaingan dua raksasa yang kini semakin timpang — Argentina selalu berhasil mengubur mimpi Inggris dalam empat pertemuan terakhir mereka di putaran final Piala Dunia. Dari Gol Tangan Tuhan 1986 hingga malam di Atlanta, pola yang sama terus berulang.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Awal, Drama Akhir
Babak pertama dibuka dengan intensitas tinggi. Argentina langsung mengambil inisiatif serangan lewat poros Enzo Fernández dan Alexis Mac Allister yang mendikte ritme di lini tengah. Hasilnya datang cepat: pada menit ke-23, umpan terobosan presisi dari Mac Allister berhasil diselesaikan dengan tenang oleh Julián Álvarez. Penyerang Manchester City itu melepaskan tembakan rendah ke pojok kiri gawang Aaron Ramsdale yang tak mampu dijangkau. Skor 1-0.
Inggris tidak tinggal diam. Tim asuhan Thomas Tuchel merespons lewat eksploitasi sayap kiri yang dihuni Bukayo Saka. Beberapa kali umpan silang berbahaya dilepaskan, namun ketangguhan Cristian Romero dan Lisandro Martínez di jantung pertahanan Argentina meredam setiap ancaman. Hingga turun minum, keunggulan 1-0 tetap bertahan.
Babak kedua menjadi panggung drama. Argentina menggandakan keunggulan pada menit ke-61 lewat skema serangan balik cepat yang diakhiri oleh Nicolás González. Berawal dari sapuan Romero di kotak penalti sendiri, bola mengalir deras ke kaki González yang menusuk dari sisi kanan dan melepaskan tembakan melengkung yang tak terbendung. Stadion meledak. Skor 2-0.
Namun Inggris menolak menyerah. Hanya berselang delapan menit, Jude Bellingham memperkecil ketertinggalan lewat sundulan keras memanfaatkan tendangan bebas James Maddison. Gol tersebut menyulut tensi, dan Inggris menggempur pertahanan Argentina dalam 20 menit terakhir. Dua peluang emas lewat Declan Rice dan Ollie Watkins nyaris menyamakan kedudukan, namun penampilan heroik kiper Emiliano Martínez — yang melakukan tiga penyelamatan krusial di menit-menit akhir — memastikan Argentina tetap unggul.
Momen Kunci: Tiga Penyelamatan Dibu Martínez
Tidak berlebihan menyebut Emiliano Martínez sebagai man of the match. Kiper Aston Villa itu membukukan 7 penyelamatan sepanjang laga, tiga di antaranya terjadi dalam kurun lima menit terakhir waktu normal. Penampilannya mengingatkan publik pada aksi heroiknya di final Piala Dunia 2022 melawan Prancis.
"Saya hanya melakukan tugas saya. Tim ini punya DNA juara, dan kami tidak akan berhenti sampai trofi itu kembali ke tangan kami," ujar Martínez seusai pertandingan dengan nada penuh keyakinan.
Statistik mencatat Argentina hanya unggul 42% penguasaan bola, namun efektivitas serangan balik dan soliditas pertahanan menjadi pembeda. Mereka melepaskan 6 tembakan tepat sasaran dari 11 percobaan, sementara Inggris mencatat 9 tembakan tepat sasaran dari 18 percobaan — bukti betapa Dibu Martínez menjadi tembok terakhir yang sulit ditembus.
Sejarah Terulang, Mimpi yang Terkubur
Kekalahan ini semakin menegaskan kutukan Inggris setiap kali berhadapan dengan Argentina di Piala Dunia. Dalam sejarah, kedua tim telah bertemu empat kali di putaran final, dan hasilnya selalu sama: Argentina menang. Dimulai dari perempat final 1966 (1-0), berlanjut ke perempat final 1986 (2-1) yang terkenal dengan Gol Tangan Tuhan Maradona, lalu babak 16 besar 1998 yang berakhir adu penalti, dan kini semifinal 2026.
Pola kekalahan Inggris juga memiliki benang merah: mereka selalu unggul dalam penguasaan bola dan jumlah peluang, namun justru Argentina yang selalu lebih klinis. Di Atlanta, pola itu tidak berubah.
Berikut ringkasan pertemuan kedua tim di Piala Dunia sepanjang sejarah:
- 1966 — Inggris 0-1 Argentina (Perempat Final)
- 1986 — Argentina 2-1 Inggris (Perempat Final)
- 1998 — Argentina 2-2 Inggris, menang adu penalti 4-3 (16 Besar)
- 2026 — Argentina 2-1 Inggris (Semifinal)
Apa Selanjutnya: Menanti Lawan di Final
Dengan hasil ini, Argentina tinggal menunggu pemenang antara Prancis dan Spanyol yang akan bertanding pada Jumat (17/7/2026). Jika Prancis yang lolos, publik akan disuguhi ulangan final Piala Dunia 2022 yang legendaris. Jika Spanyol, maka Argentina akan menghadapi ujian berbeda melawan penguasa tiki-taka generasi baru.
Bagi Inggris, kekalahan ini melanjutkan puasa gelar Piala Dunia yang kini memasuki tahun ke-60. Generasi emas Bellingham, Saka, Rice, dan Foden kembali gagal di fase krusial, meninggalkan pertanyaan besar tentang kapan trofi itu akhirnya "pulang ke rumah."
[SOCIAL_TWEET]: Argentina kalahkan Inggris 2-1! La Albiceleste ke final Piala Dunia 2026, Dibu Martínez pahlawan dengan 7 penyelamatan. Mimpi Three Lions terkubur lagi. Apakah trofi akan kembali ke Buenos Aires? #PialaDunia2026 #ARGvsENG #FinalFIFA2026[SOCIAL_TG]: 🇦🇷 Argentina 2-1 Inggris 🏴 La Albiceleste melaju ke FINAL Piala Dunia 2026! Gol dari Álvarez dan González, plus aksi heroik Dibu Martínez. Mimpi Inggris terkubur lagi di semifinal. Next: Prancis atau Spanyol di partai puncak? 🔥🏆
Comments (0)