Tren Blind Box Picu Adiksi, Pakar IPB Peringatkan Risiko Kesehatan

Praktik koleksi kotak misteri atau blind box yang menjamur di berbagai platform kini tidak hanya menguras dompet, tetapi juga mengancam kesehatan mental dan fisik.Peringatan tegas datang dari dr. Samu...

Jul 12, 2026 - 06:15
0 0

Praktik koleksi kotak misteri atau blind box yang menjamur di berbagai platform kini tidak hanya menguras dompet, tetapi juga mengancam kesehatan mental dan fisik.

Peringatan tegas datang dari dr. Samuel Stemi, akademisi dan dokter dari IPB University. Ia menilai tren blind box yang kian tidak terkontrol berpotensi memicu perilaku adiktif yang serius, serta mempercepat penuaan dini pada konsumen yang kecanduan.

Mekanisme Psikologis Kecanduan

Blind box bekerja dengan menawarkan ketidakpastian. Pembeli tidak mengetahui isi kemasan sebelum membukanya, menciptakan sensasi antisipasi yang memicu pelepasan dopamin secara intens di otak. Pola ini, menurut dr. Samuel, sangat mirip dengan mekanisme judi—di mana hadiah tak terduga memperkuat keinginan untuk terus membeli demi mendapatkan item langka atau incaran.

Dampaknya, siklus pencarian hadiah ini bisa mengarah pada adiksi. Individu mulai kehilangan kendali, terus membeli meskipun secara finansial merugikan, dan menunjukkan gejala putus zat seperti gelisah atau mudah marah ketika tidak mendapatkan blind box baru. Adiksi perilaku ini, jika dibiarkan, bisa mengganggu fungsi sosial dan pekerjaan.

Stres Kronis dan Penuaan Dini

Selain adiksi, dr. Samuel menyoroti hubungan antara kecanduan blind box dengan peningkatan hormon stres, kortisol. Ketika seseorang terjebak dalam obsesi mengoleksi, rasa kecewa karena gagal mendapatkan item yang diinginkan, tekanan finansial, dan konflik internal memicu stres kronis.

Kadar kortisol yang terus-menerus tinggi dalam jangka panjang terbukti merusak serat kolagen di kulit, menyebabkan keriput dini, kehilangan elastisitas, dan penampilan yang lebih tua dari usia sebenarnya. Dengan kata lain, tren yang tampak lucu dan penuh warna ini bisa meninggalkan jejak permanen pada kesehatan kulit.

Gangguan Mental yang Mengintai

Risiko tidak berhenti di situ. Kecanduan blind box acap kali disertai dengan gangguan mental seperti kecemasan, depresi, dan sindrom fear of missing out (FOMO) yang akut. Korban merasa harus terus mengikuti edisi terbaru agar tidak tertinggal dari komunitas kolektor, menciptakan tekanan psikologis yang terus menumpuk.

Dalam beberapa kasus, individu bahkan mengalami financial distress yang memicu rasa malu dan isolasi sosial. Tanpa penanganan, spiral ini dapat berujung pada gangguan jiwa yang memerlukan intervensi profesional.

Perlunya Kontrol dan Edukasi

Dr. Samuel menekankan bahwa tren ini tidak serta-merta harus dijauhi, tetapi perlu dilandasi dengan literasi dan pengendalian diri yang kuat. Ia mendorong adanya edukasi tentang batasan konsumsi serta mekanisme psikologis di baliknya agar masyarakat tidak terjebak dalam pusaran adiksi. Pemerintah dan platform diharapkan turut menghadirkan panduan dan peringatan risiko untuk produk yang mengandung unsur misteri berbayar.

Sementara itu, bagi yang sudah mulai merasakan gejala ketergantungan, mencari bantuan konselor atau psikolog disarankan sebelum dampaknya meluas ke ranah fisik dan mental. Kewaspadaan adalah kunci: yang terlihat menggemaskan bisa menyimpan konsekuensi serius di balik kemasannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User