Detik-detik Kepanikan WNA: Tiga Pekerja Tewas di Gorong-gorong Jaktim
BREAKING – Kecelakaan kerja mematikan terjadi di sebuah gorong-gorong di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Tiga pekerja dilaporkan tewas setelah berusaha menolong seorang rekan yang pingsan di dalam ...
BREAKING – Kecelakaan kerja mematikan terjadi di sebuah gorong-gorong di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Tiga pekerja dilaporkan tewas setelah berusaha menolong seorang rekan yang pingsan di dalam saluran bawah tanah yang sempit dan minim oksigen.
Kronologi Detik-Detik Kritis
Insiden diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, saat sejumlah pekerja WNA dan lokal tengah melakukan aktivitas perawatan di gorong-gorong tersebut. Salah seorang pekerja turun terlebih dahulu untuk membersihkan sumbatan, namun tak kunjung muncul. Saksi mata mengungkap, pekerja itu tiba-tiba pingsan akibat dugaan menghirup gas beracun.
Menyadari rekannya dalam bahaya, dua pekerja lain—termasuk beberapa di antaranya merupakan WNA—segera masuk ke dalam gorong-gorong untuk memberikan pertolongan. Nahas, keduanya justru ikut lemas dan tidak sadarkan diri. Kepanikan pun pecah di antara para pekerja yang berada di luar.
Kepanikan di Antara Pekerja WNA
Salah seorang saksi yang enggan disebutkan namanya menggambarkan suasana mencekam saat itu. "Mereka teriak-teriak panik. Pekerja asing itu bahasa Melayu campur isyarat tangan, minta tolong. Tapi karena gorong-gorongnya sempit, sulit untuk langsung masuk," ujarnya kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat (11/7).
Beberapa pekerja WNA lainnya terlihat histeris dan mencoba turun dengan peralatan seadanya, namun dicegah warga sekitar. "Kami takut malah tambah korban. Sudah tiga yang di dalam tidak bergerak," tambahnya.
Evakuasi Dramatis
Tim SAR dan petugas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur tiba di lokasi sekitar 20 menit kemudian. Proses evakuasi berlangsung sulit karena ukuran gorong-gorong yang hanya berdiameter sekitar 80 sentimeter. Petugas menggunakan alat bantu pernapasan (self-contained breathing apparatus/SCBA) untuk mengevakuasi ketiga korban secara bergantian.
Setelah lebih dari satu jam upaya, ketiga pekerja berhasil dikeluarkan dalam kondisi tidak bernyawa. Mereka dinyatakan meninggal dunia di tempat dan langsung dilarikan ke RSUD Pasar Rebo untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penyebab Sementara dan Tindakan
Kepolisian Sektor Cipayung yang memimpin olah tempat kejadian perkara menyatakan dugaan sementara mengarah pada keracunan gas hidrogen sulfida (H₂S) atau gas beracun lain yang terperangkap di dalam gorong-gorong. "Kami masih melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa kadar gas dan kelayakan prosedur kerja. Tidak menutup kemungkinan ada kelalaian," kata Kapolsek Cipayung, Kompol Hendra Gunawan.
Pihak berwenang telah memasang garis polisi di sekitar lokasi dan menghentikan sementara seluruh aktivitas di area tersebut. Tim laboratorium forensik juga sudah mengambil sampel udara dari dalam gorong-gorong untuk dianalisis.
Duka dan Trauma
Ketiga korban diketahui merupakan warga negara India dan Bangladesh yang bekerja sebagai buruh kontrak di proyek pemeliharaan saluran air. Kedutaan besar masing-masing negara telah diberi tahu dan akan berkoordinasi untuk pemulangan jenazah. Rekan-rekan korban yang selamat menjalani pendampingan psikologis akibat trauma berat menyaksikan insiden mematikan ini.
Tragedi ini kembali mengingatkan risiko tinggi pekerjaan di ruang terbatas (confined space) yang minim pengawasan ketat. Otoritas terkait diharapkan segera mengevaluasi standar keselamatan kerja, terutama yang melibatkan pekerja asing di area berbahaya.
Baca juga:
Comments (0)