Transaksi QRIS Tembus 9.870 di Kupang Digital Fest 2026

KUPANG, DETIK INI JUGA — Gelombang transaksi digital tanpa uang tunai memecahkan rekor saat ajang Kupang Digital Fest 2026 berlangsung. Hanya dalam dua hari, terkonfirmasi 9.870 transaksi Quick Resp...

Jul 13, 2026 - 20:40
0 0

KUPANG, DETIK INI JUGA — Gelombang transaksi digital tanpa uang tunai memecahkan rekor saat ajang Kupang Digital Fest 2026 berlangsung. Hanya dalam dua hari, terkonfirmasi 9.870 transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mewarnai area wahana permainan digital, menandai lompatan besar penetrasi pembayaran nontunai di bumi Flobamora.

Lonjakan di Tengah Arena Interaktif

Data panitia yang dihimpun hingga penutupan festival pada 11 Juli 2026 memperlihatkan seluruh 9.870 transaksi QRIS itu berasal dari zona permainan dan hiburan digital. Pengunjung memindai kode QR untuk tiket masuk wahana, pembelian voucher, hingga transaksi mikro di dalam permainan. Angka ini belum termasuk pembayaran menggunakan kanal nontunai lain, menegaskan bahwa QRIS menjadi primadona.

9.870 transaksi dalam 48 jam setara dengan rata-rata 205 kali pemindaian per jam. Ledakan volume terjadi di jam padat sore hingga malam saat pertunjukan panggung dan kompetisi e-sport digelar. Teknisinya, server bank peserta sempat dipacu hingga 30% di atas kapasitas normal untuk memastikan tidak ada kegagalan otorisasi.

Bazar UMKM Raup Ratusan Juta

Di luar dentuman transaksi wahana, koridor bazar UMKM juga menyuguhkan angka fantastis. Perputaran uang di stan kuliner, kriya, dan fesyen menembus Rp157 juta. Proporsi pembayaran digital, terutama QRIS, menyumbang 65% dari total tersebut, menyalip transaksi tunai yang biasanya mendominasi pasar rakyat sejenis.

Tidak kurang dari 120 pelaku usaha kecil yang berpartisipasi. Separuhnya baru pertama kali mendaftarkan diri sebagai merchant QRIS, difasilitasi langsung oleh bank pembangunan daerah di lokasi. "Biasanya dagangan kami laku tunai, tapi ternyata pembeli justru minta QRIS karena tidak perlu uang pas," ujar seorang penjual tenun asal Amarasi saat diwawancarai.

Mesin Pertumbuhan Inklusi Keuangan

Perhelatan yang diprakarsai Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Bank Indonesia dan OJK ini sengaja mendesain setiap titik transaksi sebagai laboratorium pembayaran digital. Seluruh pintu masuk, titik parkir, stan pameran, hingga toilet premium hanya menerima pembayaran nontunai. Pendekatan ini sukses memaksa migrasi perilaku setidaknya 12.000 pengunjung baru ke ekosistem QRIS.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika NTT menyebut festival ini bukan sekadar pamer teknologi, tetapi katalisator percepatan digitalisasi daerah. Indeks inklusi keuangan wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang sebelumnya stagnan kini melonjak signifikan pasca-acara, dengan peningkatan nominal transaksi bulanan QRIS sebesar 42 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Infrastruktur dan Ekosistem yang Siap

Keberhasilan ini juga ditopang perluasan jaringan internet 4G oleh operator seluler yang menjangkau 98% titik keramaian di Kupang. Sebanyak 300 titik akses Wi-Fi gratis berkecepatan tinggi dipasang di area festival, memastikan pemindaian QRIS tidak tersendat meski ribuan gawai terkoneksi bersamaan. Tim siber Bank Indonesia juga membangun lapisan keamanan berlapis untuk menangkal potensi serangan manipulasi kode QR.

Dari sisi kebijakan, Gubernur NTT telah menandatangani Peraturan Daerah tentang Transaksi Elektronik Pemerintah yang mewajibkan seluruh retribusi daerah beralih ke QRIS mulai 2027. Kupang Digital Fest 2026 menjadi panggung uji coba sekaligus kampanye massal bahwa sistem ini andal dan nyaman.

Pijakan Menuju Ekonomi Digital NTT

Pengamat ekonomi digital menilai fenomena ini bukan sekadar euforia sesaat. Dengan hampir 10.000 gesekan digital dari hiburan rakyat, Kupang membuktikan bahwa perilaku konsumen di Indonesia timur siap meninggalkan uang fisik. Target selanjutnya, menurunkan komponen biaya transaksi tunai yang selama ini menghambat efisiensi rantai pasok antar pulau.

Ke depan, Bank Indonesia berencana mereplikasi model festival ini ke kabupaten lain, termasuk Alor dan Sumba Barat, dengan penyesuaian pada kearifan lokal. Kapasitas infrastruktur keuangan digital akan terus diperkuat, dan festival ini akan menjadi tolok ukur kesiapan NTT menyongsong Indonesia Emas 2045.

Total transaksi yang mendekati angka psikologis 10 ribu sekaligus menjadi pesan bagi pusat: wilayah pinggiran tak lagi tepi dalam peta ekonomi digital nasional.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User