BREAKING: 13 Barang Bukti Teroris Disita dari Rumah di Tasikmalaya
TASIKMALAYA – Detasemen Khusus 88 Antiteror baru saja menggulung sebuah sel teror di jantung kota. Rumah yang diduga menjadi basis operasi jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu digerebek dan dar...
TASIKMALAYA – Detasemen Khusus 88 Antiteror baru saja menggulung sebuah sel teror di jantung kota. Rumah yang diduga menjadi basis operasi jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu digerebek dan dari dalam bangunan petugas menyita 13 barang bukti berbahaya, termasuk alat peledak rakitan, detonator, dan tumpukan buku jihad radikal.
Operasi senyap yang berlangsung pada dini hari tadi langsung menyulut siaga satu di kawasan padat penduduk. Warga hanya mampu menyaksikan saat pasukan bersenjata lengkap mengepung lokasi dan mengamankan seorang terduga teroris yang diduga kuat merencanakan aksi dalam waktu dekat. “Kami amankan satu orang terduga beserta barang bukti yang sangat memprihatinkan,” ujar sumber internal yang enggan disebut namanya, beberapa menit lalu.
Kronologi Penggeledahan
Berdasarkan informasi intelijen yang dikantongi selama dua pekan terakhir, Densus 88 melacak pergerakan mencurigakan di sebuah rumah kontrakan di kawasan Tasikmalaya. Pukul 02.30 WIB, tim langsung melakukan penyisiran dan mendobrak pintu depan. Terduga pelaku tidak melakukan perlawanan berarti, namun petugas menemukan barang bukti yang langsung mengubah status operasi menjadi darurat tinggi.
Di dalam rumah, ruang tengah yang semestinya menjadi ruang keluarga berubah fungsi menjadi bengkel perakitan. Saksi mata melaporkan suara langkah berat dan perintah tegas dari petugas menggema selama hampir satu jam. Evakuasi parsial terhadap tetangga terdekat pun langsung dilakukan untuk mengantisipasi potensi ledakan yang tak diinginkan.
Rincian 13 Barang Bukti
Berikut fakta kunci barang bukti yang dikonfirmasi aparat:
- Bubuk peledak TATP siap pakai seberat 1,2 kilogram, dikemas dalam wadah kedap udara.
- 4 buah detonator rakitan yang sengaja disembunyikan di balik lemari dapur.
- 1 pucuk senjata tajam jenis golok dengan ukiran aksara Arab yang diduga bagian dari ritual.
- Buku-buku jihad berbahasa Arab dan terjemahan Indonesia, termasuk panduan pembuatan bom dari internet.
- 2 unit ponsel yang berisi komunikasi terenkripsi dengan simpul JAD di Jawa Barat.
- Bahan kimia prekursor seperti aseton dan hidrogen peroksida dalam konsentrasi tinggi.
- Uang tunai puluhan juta rupiah yang diduga dana operasional dari jaringan luar negeri.
- Bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid yang biasa digunakan sebagai simbol kelompok.
- Rekaman video pernyataan setia kepada pemimpin ISIS, belum diketahui akan disebar atau disimpan.
- Kabel dan saklar untuk rangkaian pemicu jarak jauh.
- Peta lokasi beberapa kantor polisi dan pusat keramaian di Tasikmalaya.
- Paspor palsu dan dokumen identitas ganda yang memudahkan pergerakan lintas wilayah.
- Serpihan logam yang sudah dipotong kecil-kecil sebagai material penambah daya ledak.
Keterlibatan Jaringan JAD
Kepolisian mengonfirmasi bahwa terduga adalah bagian sel JAD yang baru muncul setelah gempuran terhadap sel sebelumnya di Jawa Barat. Komunikasi ponsel memperlihatkan koneksi aktif dengan dua nama yang kini diburu. Modus operandi sangat mirip dengan serangan yang berhasil digagalkan di Bandung dua bulan lalu, yaitu penggunaan alat peledak berdaya sebar luas di tengah kerumunan sipil.
“Ini perkembangan signifikan. Barang bukti memperkuat dugaan bahwa jaringan ini sedang mempersiapkan sesuatu yang besar, dan penggerebekan hari ini memotong satu mata rantai,” ujar analis terorisme yang memantau langsung proses penyidikan.
Respon Warga dan Pengamanan
Hingga berita ini diturunkan, garis polisi masih melingkari area seluas radius 50 meter. Sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat. Polda Jabar menurunkan tim penjinak bom untuk sterilisasi, sementara Densus 88 melanjutkan pendalaman dan mengejar kemungkinan adanya sel tidur lain di kota yang sama.
“Kami tidak akan berkomentar banyak. Yang pasti, pengamanan diperketat dan masyarakat diminta tetap waspada tanpa panik,” kata juru bicara kepolisian dalam konferensi pers dadakan beberapa menit lalu. Proses evakuasi barang bukti dilakukan dengan pengawalan ketat menuju laboratorium forensik Mabes Polri untuk analisis lebih lanjut.
Baca juga:
Comments (0)