Momen Langka: Jaksa Agung dan Kapolri Lakukan Salam Komando
Jakarta, Detik Ini Juga — Sebuah pemandangan tak biasa tersaji di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, pagi ini. Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara serentak me...
Jakarta, Detik Ini Juga — Sebuah pemandangan tak biasa tersaji di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, pagi ini. Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara serentak melakukan salam komando, sebuah gestur yang jarang ditampilkan di hadapan publik. Momen itu langsung mencuri perhatian ribuan personel gabungan yang hadir dalam apel kesiapsiagaan nasional.
Detik-Detik Bersejarah
Tepat pukul 08.00 WIB, kedua pimpinan tiba dengan kendaraan dinas. Mereka berjalan berdampingan menuju podium utama. Saat komandan apel memberikan aba-aba, Burhanuddin dan Listyo Sigit kompak mengangkat tangan kanan ke pelipis. Salam komando yang tegas itu berlangsung selama dua menit, diikuti seluruh peserta apel. Suasana hening, hanya suara langkah serempak yang terdengar.
Bukan Sekadar Seremonial
Gestur ini bukan formalitas belaka. Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Dr. Andi Syahputra, menilai salam komando tersebut adalah sinyal kuat bahwa ego sektoral mulai terkikis. "Ini jawaban atas keraguan publik terhadap sinergi Kejaksaan dan Polri. Keduanya kini menunjukkan kesatuan komando yang nyata," ujarnya.
Dalam amanatnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin menekankan pentingnya integrasi penanganan perkara. "Kami dan Polri sepakat membentuk satuan tugas terpadu. Fokus kami: penyelamatan aset negara dan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu," tegas Burhanuddin. Sementara Kapolri Listyo Sigit menambahkan, pihaknya telah menyiapkan 34 tim operasi di seluruh provinsi. "Sinergi adalah kunci. Kami akan bergerak bersama. Tidak ada lagi ruang bagi para pelaku kejahatan untuk bersembunyi," katanya.
Fakta Cepat
- Apel gabungan diikuti 3.000 personel Kejaksaan dan Polri.
- Salam komando berlangsung selama dua menit tanpa putus.
- Satuan tugas terpadu akan mulai bekerja pada Juni 2025.
- Prioritas operasi: mafia migas, korupsi dana desa, dan jaringan narkotika transnasional.
- Presiden memberikan dukungan penuh melalui juru bicara Istana.
Respons Publik dan Harapan
Sejumlah pegiat antikorupsi menyambut positif. Koordinator Masyarakat Transparansi Indonesia, Maya Kusuma, menyatakan bahwa salam komando ini bisa menjadi titik balik penegakan hukum. "Kami berharap tidak hanya berhenti di seremonial. Masyarakat menanti aksi nyata," ujarnya. Sementara itu, di media sosial, tagar #SalamKomandoHukum sempat menjadi trending topic. Warganet memuji kekompakan dua institusi yang sering dianggap berseberangan.
Istana melalui Juru Bicara Presiden menyatakan apresiasi tinggi. "Ini adalah wujud nyata dari arahan Bapak Presiden untuk memperkuat kolaborasi antar-lembaga penegak hukum. Kami yakin sinergi ini akan berdampak positif pada kepercayaan publik," demikian pernyataan resmi.
Apel ditutup dengan defile pasukan dan teriakan "Salam Komando!" yang menggema. Burhanuddin dan Listyo Sigit meninggalkan lapangan dengan jabat tangan erat, diiringi tepuk tangan panjang dari para peserta.
Baca juga:
Comments (0)