TPS 3R Menteng Atas Olah 32 Ton Sampah, Tekan Volume ke Bantargebang
Di tengah krisis sampah yang terus membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, sebuah fasilitas pengolahan di Jakarta Selatan menunjukkan kinerja signifikan. TPS 3R Menteng Atas kini dikonfi...
Di tengah krisis sampah yang terus membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, sebuah fasilitas pengolahan di Jakarta Selatan menunjukkan kinerja signifikan. TPS 3R Menteng Atas kini dikonfirmasi mampu memproses 32 ton sampah setiap harinya—lonjakan yang membawa angin segar bagi upaya pengelolaan limbah perkotaan yang lebih berkelanjutan.
Kapasitas dan Cakupan Layanan
Fasilitas Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang berlokasi di kawasan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, ini menerima sampah dari permukiman padat penduduk di sekitarnya. Angka 32 ton per hari itu setara dengan timbulan sampah dari sekitar 3.000 rumah tangga. Proses pemilahan dan pengolahan dilakukan oleh puluhan petugas yang bekerja dalam sistem dua shift untuk menjamin seluruh material tertangani tanpa penumpukan.
Dari total sampah yang masuk, sekitar 60 persen merupakan sampah organik. Material ini dicacah dan difermentasi dalam komposter aerobik selama tiga pekan hingga menjadi kompos siap pakai. Sisanya, berupa sampah anorganik seperti plastik, kertas, logam, dan kaca, dipilah manual dan disalurkan ke mitra pengumpul untuk didaur ulang. Hanya residu yang tidak bisa diolah—kurang dari 10 persen—yang akhirnya dikirim ke TPA Bantargebang.
Dampak Langsung ke Bantargebang
Sebelum TPS 3R ini beroperasi optimal, hampir seluruh sampah dari kawasan tersebut langsung ditimbun di Bantargebang. Kini, volume kiriman ke TPA utama Jakarta itu menyusut drastis. Dari 32 ton yang dihasilkan, hanya sekitar 3 ton residu yang dibuang. Pengurangan ini krusial karena TPA Bantargebang sudah dalam status over capacity dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan penghentian operasional tempat pembuangan itu dalam beberapa tahun mendatang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, melalui keterangan tertulis, menyebut pencapaian TPS 3R Menteng Atas sebagai model yang akan direplikasi di seluruh kota. “Kami menargetkan sedikitnya 30 TPS 3R serupa dibangun pada 2026,” ujarnya. “Setiap ton sampah yang diolah di hulu berarti mengurangi tekanan di Bantargebang dan memperpanjang usia pakainya.”
Peran Warga dan Keberlanjutan
Keberhasilan ini tidak semata ditopang oleh mesin dan infrastruktur. Kesadaran warga memilah sampah dari rumah menjadi penentu utama. Bank sampah unit di tingkat RW secara rutin mengumpulkan material terpilah, sementara edukasi lingkungan terus digencarkan agar budaya reduce, reuse, recycle kian mengakar. Partisipasi aktif masyarakat membuat suplai sampah yang masuk ke TPS 3R sudah dalam kondisi lebih bersih dan mudah diolah.
Ke depan, pengelola berencana menambah kapasitas menjadi 50 ton per hari melalui penambahan mesin pencacah dan perluasan area komposting. Jika terealisasi, maka residu yang terbuang ke Bantargebang bisa ditekan hingga di bawah 5 persen dari total sampah yang dihasilkan wilayah tersebut. Langkah ini sejalan dengan visi Jakarta menuju pengelolaan sampah berbasis sirkular ekonomi, di mana limbah bukan lagi beban, melainkan sumber daya baru.
Baca juga:
Comments (0)