Tewaskan 3 Warga Sipil di Lebanon, Israel Berdalih Targetkan Hizbullah
Beirut — Sebuah serangan udara Israel menggunakan drone menghantam sebuah kendaraan di kawasan selatan Lebanon pada Kamis (25/6) waktu setempat. Insiden tragis ini menyebabkan sedikitnya tiga orang
Beirut — Sebuah serangan udara Israel menggunakan drone menghantam sebuah kendaraan di kawasan selatan Lebanon pada Kamis (25/6) waktu setempat. Insiden tragis ini menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia di tengah situasi gencatan senjata yang sebenarnya masih berlaku. Informasi awal yang dihimpun dari sumber resmi setempat menunjukkan bahwa para korban merupakan warga sipil, bukan kombatan bersenjata.
Kantor berita nasional Lebanon, National News Agency (NNA), dalam laporannya yang dipantau media kami pada Jumat (26/6/2026), mengonfirmasi bahwa serangan yang melibatkan pesawat nirawak tersebut telah menewaskan tiga orang secara langsung di tempat kejadian. Belum ada perincian lebih lanjut mengenai identitas para korban, namun laporan yang beredar luas di lapangan menyebut mereka adalah warga biasa yang tidak terkait dengan aktivitas militer mana pun.
Pihak militer Tel Aviv segera memberikan pernyataan resmi atas insiden tersebut. Dalam klarifikasinya, Israel menegaskan bahwa operasi yang dilakukan di wilayah perbatasan selatan Lebanon itu secara spesifik menyasar anggota-anggota kelompok Hizbullah. Israel mengklaim pihaknya terus melakukan pengawasan ketat terhadap setiap pergerakan yang dianggap mengancam keamanan nasionalnya, sehingga serangan terhadap kendaraan tersebut merupakan bagian dari tindakan pencegahan terhadap potensi ancaman yang diyakini berasal dari jaringan militan tersebut.
“Kami memastikan bahwa target operasi ini adalah anggota-anggota Hizbullah yang terlibat dalam upaya mempersenjatai diri dan merencanakan aksi di dekat perbatasan. Setiap tindakan kami bersifat presisi dan terukur berdasarkan intelijen yang akurat,” demikian bunyi ringkasan pernyataan militer Israel yang dikutip media kami dari saluran diplomatik.
Akan tetapi, narasi yang dibangun Israel langsung dibantah tegas oleh Hizbullah. Kelompok yang berbasis di Lebanon itu menegaskan bahwa ketiga korban yang tewas dalam serangan drone tersebut adalah warga sipil, bukan anggota milisi mereka. Pernyataan kontra ini sekaligus menjadi bantahan terhadap klaim Tel Aviv yang menyebut operasinya tepat sasaran. Bantahan Hizbullah ini menambah ketegangan diplomatik di kawasan, terutama menjelang batas waktu perpanjangan gencatan senjata yang masih dinegosiasikan oleh para mediator internasional.
Serangan mematikan ini terjadi pada saat gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang dimediasi oleh kekuatan asing masih diupayakan untuk diperpanjang. Insiden tersebut memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi baru, mengingat klaim saling bertolak belakang antara Israel dan Hizbullah seringkali menjadi pemicu putusnya jeda kemanusiaan. Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi dari otoritas setempat masih bekerja di lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti-bukti forensik dan memastikan status para korban yang menjadi rebutan narasi antara kedua pihak yang bertikai.
Comments (0)