Teror Bom Hentikan MPLS SD di Jagakarsa, Siswa Dievakuasi Massal

JAKARTA SELATAN, BERITATERCEPAT — Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, dihentikan secara mendadak, Rabu pagi (17/7/2024), setelah pihak sekol...

Jul 13, 2026 - 13:12
0 0
Teror Bom Hentikan MPLS SD di Jagakarsa, Siswa Dievakuasi Massal

JAKARTA SELATAN, BERITATERCEPAT — Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, dihentikan secara mendadak, Rabu pagi (17/7/2024), setelah pihak sekolah menerima ancaman bom. Ratusan siswa yang baru memulai hari ketiga orientasi langsung dievakuasi dalam situasi darurat.

Kronologi Teror Pagi Hari

Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, teror masuk sekitar pukul 08.30 WIB saat para siswa tengah mengikuti sesi perkenalan di aula dan ruang kelas. Ancaman tersebut diduga disampaikan melalui pesan singkat kepada salah satu guru, menyebutkan adanya benda mencurigakan di lingkungan sekolah.

Tanpa mengambil risiko, pihak sekolah segera memencet tombol darurat dan menginstruksikan penghentian total kegiatan. Guru-guru dengan sigap memandu siswa keluar melalui jalur evakuasi menuju lapangan depan yang aman. Suasana sempat kacau karena banyak siswa kelas 1 dan 2 yang panik dan menangis.

Respons Cepat Polisi dan Tim Jibom

Hanya dalam hitungan menit, tim patroli Polsek Jagakarsa tiba di lokasi. Polisi langsung memasang garis kuning di sekeliling area sekolah. Unit Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Metro Jaya dikerahkan dengan perlengkapan lengkap, termasuk robot pendeteksi dan anjing pelacak.

Proses sterilisasi menyeluruh dimulai pukul 09.15 WIB, meliputi:

  • Ruang kelas: Pengecekan seluruh laci meja, lemari, dan sudut kelas
  • Aula dan perpustakaan: Penyisiran dengan metal detector
  • Area parkir dan kantin: Pemeriksaan setiap kendaraan dan benda mencurigakan
  • Halaman belakang: Penggeledahan oleh anjing pelacak K-9

Kepanikan Orang Tua di Gerbang Sekolah

Informasi ancaman bom menyebar seperti api di grup WhatsApp wali murid. Dalam waktu singkat, puluhan orang tua berhamburan menuju sekolah. Mereka terlihat cemas dan berusaha menerobos barikade polisi untuk menjemput anak-anak mereka.

Petugas kepolisian kewalahan mengendalikan massa. Beberapa orang tua histeris begitu melihat anak mereka keluar dari area evakuasi. "Saya tidak sanggup membayangkan yang terburuk. Begitu dapat telepon, saya langsung lari ke sini," ujar Rina, salah satu wali murid, dengan suara bergetar.

Pemulangan Massal dan Penutupan Sementara

Proses pemulangan siswa dilakukan secara bertahap dengan sistem pendataan ketat. Setiap anak hanya boleh dijemput oleh orang tua atau wali yang terdaftar di database sekolah. Pihak sekolah juga menyediakan konseling darurat bagi siswa yang mengalami syok.

Dinas Pendidikan Jakarta Selatan langsung merilis instruksi: seluruh kegiatan belajar di sekolah tersebut diliburkan hingga waktu yang belum ditentukan. Proses belajar sementara dialihkan ke metode dalam jaringan (daring). Kepala sekolah dalam pernyataannya menegaskan, "Keselamatan siswa adalah prioritas tertinggi kami. Kami tidak akan menoleransi ancaman sekecil apa pun."

Penyelidikan Masih Berlangsung

Hingga berita ini ditulis, tim Jibom masih melakukan penyisiran tahap akhir. Pihak kepolisian belum merilis pernyataan resmi apakah ancaman tersebut terbukti atau hanya hoaks. Namun, langkah sterilisasi akan terus berlanjut hingga seluruh area dinyatakan bersih.

Kapolsek Jagakarsa mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. "Kami akan mengusut tuntas siapa pelaku di balik teror ini. Ancaman terhadap dunia pendidikan tidak bisa ditoleransi," tegasnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User