Horor di Demak: 18 Anak Ular Kobra Ditemukan Bersarang di Kolong Rumah
DEMAK, DETIK INI JUGA — Kepanikan melanda warga Dukuh Karangturi, Desa Bogosari, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, setelah 18 ekor anak ular kobra ditemukan bersarang di kolong sebuah rumah, Kamis ...
DEMAK, DETIK INI JUGA — Kepanikan melanda warga Dukuh Karangturi, Desa Bogosari, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, setelah 18 ekor anak ular kobra ditemukan bersarang di kolong sebuah rumah, Kamis (10/7/2026). Tim gabungan masih berjibaku mengevakuasi puluhan reptil mematikan itu.
Satu ekor anak kobra saja sudah cukup untuk mengancam nyawa. Kini, belasan ekor berkumpul dalam satu sarang, hanya beberapa meter dari aktivitas penghuni rumah. Lokasi segera disterilkan. Warga diminta menjauh.
Kronologi Penemuan Mengerikan
Menurut saksi mata, penemuan bermula saat pemilik rumah mencium bau aneh dari bawah lantai panggung. Curiga, ia mencoba menyelidiki dan mendapati gerakan mencurigakan di antara tumpukan kayu. Setelah memanggil tetangga, mereka kaget bukan kepalang — puluhan ular kecil berkepala pipih itu bergeliat di sarang yang sama.
“Saya langsung mundur dan berteriak. Jumlahnya banyak, mengerikan,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya. Kejadian ini langsung dilaporkan ke aparat desa dan tim penanggulangan hewan berbahaya.
Proses Evakuasi yang Menegangkan
Tim pemadam kebakaran dan relawan reptil tiba di lokasi hanya dalam hitungan menit setelah laporan diterima. Mereka menggunakan alat penjepit khusus dan pelindung tubuh lengkap. Proses evakuasi berlangsung dramatis. Beberapa anak kobra mencoba melarikan diri, namun berhasil diamankan.
“Kami harus sangat hati-hati. Racun anak kobra sudah mematikan sejak lahir. Satu gigitan bisa menyebabkan gagal napas dan kematian dalam hitungan jam,” kata komandan tim di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, seluruh 18 anak kobra telah dievakuasi dan akan dilepasliarkan ke habitat yang jauh dari permukiman.
Fakta Singkat: Bahaya Anak Kobra
- Jumlah: 18 ekor anak ular kobra
- Lokasi: Kolong rumah di Dukuh Karangturi, Desa Bogosari, Kecamatan Guntur, Demak
- Status: Seluruhnya berhasil dievakuasi
- Waktu evakuasi: Sekitar 2 jam pasca-penemuan
- Korban: Nihil
Waspada Musim Bertelur
Fenomena ini bukan pertama kalinya terjadi di wilayah Demak. Ahli reptil mengingatkan bahwa musim kemarau panjang kerap mendorong induk kobra mencari tempat lembab untuk bertelur, termasuk kolong rumah warga. Sekali bertelur bisa menghasilkan belasan hingga puluhan telur. Setelah menetas, anak kobra langsung hidup mandiri dan mempertahankan diri dengan bisa neurotoksin.
Pemerintah desa mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan indikasi sarang ular, tanpa mencoba menangani sendiri. “Kita tidak main-main dengan kobra. Lebih baik serahkan pada ahlinya,” tegas kepala desa setempat.
Respons Warga dan Langkah Antisipasi
Insiden ini menyisakan trauma bagi pemilik rumah. Mereka kini tengah mempertimbangkan untuk merenovasi kolong rumah agar lebih tertutup. Warga sekitar juga gotong royong membersihkan lingkungan untuk mengurangi potensi sarang hewan liar.
Tim relawan akan melakukan patroli pemantauan di sekitar permukiman untuk memastikan tidak ada sarang lain yang tersembunyi.
Baca juga:
Comments (0)