Teror Bom Guncang SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Ratusan Siswa Dievakuasi
JAKARTA — Kepanikan melanda SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sebuah ancaman bom mendadak memaksa evakuasi massal ...
JAKARTA — Kepanikan melanda SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sebuah ancaman bom mendadak memaksa evakuasi massal ratusan siswa hanya beberapa jam setelah bel masuk berbunyi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan ancaman itu muncul secara tiba-tiba, membuat pihak sekolah segera mengambil langkah darurat. Seluruh siswa, guru, dan staf langsung diarahkan menuju titik kumpul aman yang telah ditentukan. Situasi sempat ricuh saat orang tua yang mengetahui kabar tersebut berdatangan untuk menjemput putra-putri mereka.
Kronologi Kejadian
Insiden ini terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Menurut keterangan saksi mata, kegiatan MPLS yang semula berlangsung tertib berubah menjadi kekacauan setelah pesan ancaman diterima oleh pihak sekolah. Petugas keamanan sekolah bersama guru segera berkoordinasi dan menghubungi pihak kepolisian.
Tim Gegana dari Polda Metro Jaya tiba di lokasi dalam waktu singkat. Area sekolah langsung disterilkan. Proses penyisiran dilakukan secara menyeluruh di setiap sudut ruangan, termasuk di halaman dan area parkir. Sementara itu, para siswa yang berusia rata-rata 6 hingga 12 tahun tampak tenang namun sebagian terlihat menangis karena belum memahami situasi.
- Pukul 08.30 WIB: Ancaman bom diterima pihak sekolah.
- Pukul 08.40 WIB: Seluruh siswa dan guru dievakuasi ke lapangan aman.
- Pukul 09.00 WIB: Tim Gegana dan polisi tiba, area disterilkan.
- Pukul 10.15 WIB: Penyisiran selesai, tidak ditemukan bahan peledak.
- Status terkini: Aktivitas belajar dihentikan sementara, polisi memburu pelaku ancaman.
Respon Pihak Berwenang
Kapolsek Jagakarsa yang memimpin langsung operasi pengamanan menyatakan bahwa situasi telah terkendali. Pihaknya mengapresiasi kesigapan sekolah dalam menangani situasi darurat. "Kami memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini," ujarnya singkat di lokasi.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga langsung bereaksi. Mereka meminta seluruh sekolah di wilayah Jakarta Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama masa MPLS. Orang tua diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum terverifikasi dan tetap mempercayakan penanganan kepada pihak sekolah dan kepolisian.
Nampak sejumlah orang tua memilih membawa pulang anak mereka setelah mendapat izin dari petugas. Pihak sekolah menyatakan kegiatan MPLS hari ini dihentikan total dan akan dijadwalkan ulang begitu kondisi benar-benar kondusif. Hingga berita ini diturunkan, tim siber kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk melacak sumber ancaman yang diduga kuat merupakan aksi teror psikologis yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.
Kejadian ini menjadi ujian berat di awal tahun ajaran baru, mengingat SDN Srengseng Sawah 15 Pagi dikenal sebagai sekolah rintisan aman dan ramah anak. Publik pun kini menanti hasil penyelidikan lebih lanjut dari aparat.
Baca juga:
Comments (0)