TENGGARONG — Bankaltimtara mengonfirmasi tengah menghadapi sorotan tajam setelah dugaan celah prosedural

Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara) langsung bergerak cepat begitu indikasi penyimpangan terdeteksi. Manajemen pu

Jul 09, 2026 - 21:09
0 0
TENGGARONG — Bankaltimtara mengonfirmasi tengah menghadapi sorotan tajam setelah dugaan celah prosedural

Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara) langsung bergerak cepat begitu indikasi penyimpangan terdeteksi. Manajemen pusat menerjunkan tim audit forensik ke Kantor Cabang Tenggarong setelah sistem pendeteksi anomali mencatat lonjakan pencairan kredit dalam periode singkat pada November 2025. Total transaksi mencurigakan mencapai Rp 48,7 miliar, melibatkan 14 rekening debitur baru yang sebagian besar tidak memiliki riwayat hubungan bisnis dengan bank.

Kronologi Terkuaknya Dugaan Celah Perbankan

  1. 20 November 2025 — Sistem monitoring internal Bankaltimtara mendeteksi pola pencairan kredit tidak wajar di Cabang Tenggarong. Divisi Manajemen Risiko menerima peringatan otomatis terkait tiga pencairan di atas Rp 5 miliar yang diproses di luar jam kerja normal.
  2. 24 November 2025 — Tim audit forensik dari kantor pusat tiba di Tenggarong untuk melakukan pemeriksaan mendadak. Mereka menyegel sejumlah dokumen dan melakukan wawancara tertutup dengan pegawai terkait.
  3. 1 Desember 2025 — Hasil audit awal menemukan indikasi kuat pemalsuan dokumen agunan dan manipulasi profil debitur. Bankaltimtara langsung melaporkan temuan tersebut ke Kepolisian Resor Kutai Kartanegara.
  4. 5 Desember 2025 — Penyidik mulai memanggil saksi-saksi dari internal bank, termasuk pejabat penilai kredit dan analis risiko. Kepala Cabang Eryuni Okol memberikan keterangan perdana dan menyerahkan seluruh data transaksi.
  5. 10 Desember 2025 — Bankaltimtara mengeluarkan pernyataan resmi: “Kami kooperatif penuh dan menyerahkan proses hukum kepada aparat. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran integritas.”

Eryuni Okol saat dihubungi media menolak merinci lebih jauh jumlah pasti kerugian, namun memastikan bank telah membekukan seluruh rekening terkait dan mengamankan aset-aset yang diduga menjadi agunan fiktif. Divisi Kepatuhan Bankaltimtara kini melakukan penguatan sistem verifikasi kredit di semua cabang, termasuk penerapan otentikasi biometrik untuk persetujuan pencairan di atas ambang tertentu.

Respons dan Dampak

Langkah agresif Bankaltimtara mendapat apresiasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur. Kepala OJK Kaltim, dalam pernyataan terpisah, menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap prosedur pemberian kredit di bank pembangunan daerah. Sementara itu, nasabah di Tenggarong tetap terlayani normal, dan Bankaltimtara menjamin keamanan simpanan masyarakat.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian di sektor perbankan daerah. Pengamat perbankan menilai titik rawan terletak pada dominasi otorisasi manual di cabang-cabang yang jauh dari pusat, tanpa pengawasan berlapis secara digital. Bankaltimtara berjanji menyelesaikan pembenahan sistem pada kuartal pertama 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User