“Paket sabu dibungkus kondom, lalu dimasukkan ke dalam anus.” Begitulah modus nekad
Modus Tusbol: Penyelundupan Berisiko Tinggi ke Dalam Lapas Satu pengungkapan paling menggegerkan terjadi di Ruang P2U Lapas Kelas IIA Banceuy, Kota Bandun
Modus Tusbol: Penyelundupan Berisiko Tinggi ke Dalam Lapas
Satu pengungkapan paling menggegerkan terjadi di Ruang P2U Lapas Kelas IIA Banceuy, Kota Bandung, 8 Juni 2026. Seorang pria berinisial FS (30) ditangkap saat memanfaatkan jam kunjungan untuk menyelundupkan sabu ke dalam penjara. Ia menggunakan metode penyembunyian paket di dalam rongga anus—sebuah praktik yang di kalangan pengedar narkoba dikenal dengan istilah tusbol.“Yang bersangkutan menggunakan alat kontrasepsi untuk membungkus sabu, kemudian dimasukkan ke dalam anus. Modus ini dikenal dengan istilah tusbol di kalangan pengedar narkoba,” ujar Kepala BNNP Jabar, Brigjen Sulistyo Pudjo Hartono.Dari tangan FS, disita barang bukti sabu seberat 18,22 gram dan satu unit alat komunikasi. BNNP Jabar kini masih mengembangkan penyelidikan untuk membongkar jaringan di dalam lapas—termasuk siapa pemesan dan penerima barang haram tersebut.
Operasi Semester I: 13 Tersangka, Ratusan Gram Sabu Disita
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, BNNP Jabar mengantongi total delapan kasus dengan 13 tersangka. Barang bukti yang berhasil diamankan tidak main-main: 228,19 gram sabu dan 20 mililiter narkotika cair sintetis. Operasi ini tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat, menandakan masifnya jaringan peredaran gelap narkotika yang masih mengancam provinsi ini.Khusus selama bulan Juni 2026—bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI)—BNNP Jabar menambah catatan dengan mengungkap dua kasus krusial.
Comments (0)