TANGERANG — Klub kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Persita Tangerang, resmi memulai rangkaian persiapan untuk menyongsong kompetisi BRI Super League musim 2026/2027. Pelatih kepala Carlos Pena mengonfirmasi bahwa fokus utama tim saat ini adalah membangun fondasi fisik yang kokoh serta menggelar pemusatan latihan (training camp/TC) guna menyatukan visi permainan.
Fondasi Fisik Jadi Prioritas Utama Dalam keterangan yang dihimpun laporan redaksi, Carlos Pena menekankan bahwa aspek kebugaran menjadi pilar pertama yang
Fondasi Fisik Jadi Prioritas Utama
Dalam keterangan yang dihimpun laporan redaksi, Carlos Pena menekankan bahwa aspek kebugaran menjadi pilar pertama yang harus dipastikan sebelum menyentuh ranah taktikal. "Kami memulai dengan program pengondisian fisik yang terukur. Tidak ada gunanya strategi hebat jika pemain tidak mampu menjalankannya selama 90 menit penuh," ujar Pena.
Staf pelatih telah merancang serangkaian tes diagnostik untuk memetakan kondisi awal setiap pemain. Data dari tes tersebut akan menjadi acuan dalam menyusun program latihan individual yang diselaraskan dengan kebutuhan tim secara kolektif. Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko cedera yang kerap menghantui fase pramusim.
"Ini bukan sekadar latihan lari. Kami membangun ketahanan, kekuatan eksplosif, dan pemulihan. Semua berbasis sains olahraga modern. Kami ingin Persita menjadi tim yang tidak hanya bertahan, tapi mendominasi secara fisik di setiap lini."
Pemusatan Latihan untuk Membangun Chemistry
Selain pengondisian fisik, Persita juga telah menjadwalkan pemusatan latihan di luar kota. Meskipun lokasi pasti belum diumumkan secara resmi, sumber di internal klub menyebutkan beberapa kandidat yang menawarkan fasilitas lengkap serta udara sejuk untuk mendukung pemulihan pemain. TC ini direncanakan berlangsung selama dua hingga tiga pekan.
TC tidak hanya menjadi ajang peningkatan fisik, tetapi juga laboratorium taktikal bagi Carlos Pena untuk menanamkan filosofi permainannya. Kedatangan beberapa wajah baru di skuad membuat fase adaptasi menjadi krusial. "Kami perlu waktu untuk saling memahami, baik di dalam maupun di luar lapangan. Chemistry tim tidak bisa dibangun hanya dalam satu sesi latihan," tambahnya.
Beberapa pemain muda hasil promosi dari tim internal dan rekrutan dari klub lain diproyeksikan untuk mulai bergabung dalam program ini. Mereka diharapkan mampu menyerap kultur kerja keras yang telah menjadi identitas Persita dalam beberapa musim terakhir.
Evaluasi Musim Lalu sebagai Pijakan
Persita Tangerang menutup musim 2025/2026 dengan catatan yang dinilai cukup solid, namun manajemen dan tim pelatih sepakat bahwa masih banyak ruang untuk peningkatan. Inkonsistensi performa di paruh kedua musim menjadi sorotan utama yang ingin dibenahi melalui persiapan yang lebih matang kali ini.
Kontributor Beritatercepat.com melaporkan bahwa jajaran direksi memberikan dukungan penuh terhadap program yang diajukan Carlos Pena. Dukungan tersebut mencakup aspek fasilitas, rekrutmen pemain, hingga penjadwalan laga uji coba melawan tim-tim berkualitas sebagai tolok ukur kesiapan skuad sebelum kompetisi resmi bergulir.
Respons Positif dari Skuad
Para pemain menyambut antusias dimulainya program persiapan ini. Salah satu pemain senior menyampaikan bahwa pendekatan terstruktur dari staf pelatih memberikan kepercayaan diri tersendiri. "Kami tahu apa yang harus dicapai di setiap fase latihan. Tidak ada yang ambigu. Sekarang tinggal kerja keras dan disiplin," tuturnya.
Dengan dimulainya program pengondisian fisik dan rencana TC yang sudah di depan mata, Persita Tangerang berharap dapat memulai musim 2026/2027 dengan performa yang lebih stabil dan kompetitif. Target spesifik klub belum dipublikasikan secara terbuka, namun sinyal dari internal menunjukkan ambisi untuk finis di papan atas klasemen.
Comments (0)