Kodam XXI Bantah Video Viral Sepinya Koperasi Merah Putih di Tanggamus, Tegaskan Lokasi Sesuai Musyawarah Desa

BANDARLAMPUNG, Beritatercepat.com – Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya video viral di media sos

Jul 08, 2026 - 01:55
0 0
Kodam XXI Bantah Video Viral Sepinya Koperasi Merah Putih di Tanggamus, Tegaskan Lokasi Sesuai Musyawarah Desa

BANDARLAMPUNG, Beritatercepat.com – Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan suasana sepi di bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berlokasi di Pekon Sidokaton, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Pihak Kodam menegaskan bahwa pemilihan lokasi pendirian koperasi tersebut telah melalui proses musyawarah desa yang melibatkan seluruh elemen masyarakat setempat, sehingga tuduhan bahwa tempat itu tidak strategis atau sepi pengunjung dianggap tidak berdasar.

Video yang menjadi sorotan publik itu menampilkan kondisi bangunan KDKMP di Pekon Sidokaton yang tampak lengang saat jam operasional. Video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu beragam komentar warganet yang mempertanyakan efektivitas program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Sejumlah warganet bahkan menduga lokasi koperasi kurang representatif dan minim akses bagi warga sekitar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Penerangan Kodam XXI/Radin Inten, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Beritatercepat.com, menjelaskan bahwa penentuan titik lokasi KDKMP di Sidokaton tidak dilakukan secara sepihak. “Kami ingin meluruskan informasi yang beredar. Lokasi Koperasi Merah Putih di Pekon Sidokaton itu merupakan hasil musyawarah desa yang melibatkan perangkat pekon, tokoh masyarakat, dan warga. Jadi, bukan Kodam yang menentukan sendiri,” ujarnya.

“Lokasi Koperasi Merah Putih di Pekon Sidokaton itu merupakan hasil musyawarah desa yang melibatkan perangkat pekon, tokoh masyarakat, dan warga. Jadi, bukan Kodam yang menentukan sendiri.”

Proses Musyawarah yang Partisipatif

Berdasarkan penelusuran redaksi Beritatercepat.com, proses musyawarah desa untuk penentuan lokasi KDKMP di Sidokaton berlangsung beberapa pekan sebelum pembangunan fisik dimulai. Musyawarah tersebut difasilitasi langsung oleh aparat Babinsa setempat bersama dengan kepala pekon dan jajaran perangkat desa. Dalam forum itu, warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan usulan dan pertimbangan mengenai lokasi yang paling mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Beberapa opsi lokasi sempat mengemuka, termasuk area yang lebih dekat dengan pusat keramaian pasar desa. Namun, setelah melalui diskusi panjang, mayoritas peserta musyawarah menyepakati lokasi yang saat ini digunakan karena pertimbangan kepemilikan lahan yang jelas dan potensi pengembangan jangka panjang. Lahan tersebut merupakan aset desa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga pendirian koperasi dianggap dapat menghidupkan kembali fungsi aset tersebut.

“TNI hanya bertugas mendampingi dan memastikan program ini berjalan sesuai arahan. Semua keputusan kami serahkan kepada desa. Kalau sekarang ada yang mempersoalkan lokasi, ya silakan dievaluasi bersama, karena yang memilih lokasi itu masyarakat sendiri melalui musyawarah,” tegas perwira Kodam XXI yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi Operasional Koperasi

Lebih lanjut, pihak Kodam menjelaskan bahwa sepinya suasana dalam video yang viral kemungkinan besar terjadi di luar jam sibuk transaksi warga. Koperasi Merah Putih di Sidokaton sejauh ini telah mencatatkan aktivitas yang cukup baik, terutama pada hari-hari tertentu saat warga menerima bantuan atau saat ada pendistribusian sembako murah. Program ini, menurut Kodam, memang dirancang untuk menjangkau masyarakat desa secara bertahap, sehingga intensitas kunjungan tidak selalu ramai setiap saat.

Kontributor Beritatercepat.com di Lampung melaporkan bahwa sejumlah warga Sidokaton mengaku tidak mempermasalahkan lokasi koperasi. Salah seorang warga, Sutarno (45), mengatakan bahwa jarak dari rumahnya ke koperasi hanya sekitar 500 meter dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki. “Bagi kami tidak masalah. Malah senang ada koperasi dekat rumah. Yang penting pelayanannya baik,” ujarnya saat ditemui di sela aktivitasnya.

Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan inisiatif nasional yang digulirkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat desa. TNI melalui Kodam dan jajaran di bawahnya bertindak sebagai fasilitator dalam merealisasikan program ini. Di Provinsi Lampung, tercatat puluhan KDKMP telah mulai beroperasi di berbagai kabupaten, termasuk Tanggamus, Lampung Selatan, dan Lampung Tengah.

Pihak Kodam berharap agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh potongan video yang beredar tanpa konteks yang jelas. Mereka juga membuka pintu komunikasi bagi siapa pun yang ingin melakukan klarifikasi atau memberikan masukan konstruktif demi perbaikan program Koperasi Merah Putih ke depan. “Silakan datang langsung ke lokasi, lihat sendiri kondisinya. Jangan hanya menilai dari video berdurasi beberapa detik yang belum tentu menggambarkan keseluruhan situasi,” pungkasnya.

(Laporan redaksi Beritatercepat.com)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User