Swiss Kalahkan Bosnia, Argentina Dramatis Lolos 16 Besar

INGLEWOOD / MIAMI GARDENS — Piala Dunia 2026 menghadirkan dua cerita yang kontras namun sama-sama memikat pada Jumat (03/07/2026) dini hari WIB. Timnas Swi

Jul 12, 2026 - 04:33
0 0
Swiss Kalahkan Bosnia, Argentina Dramatis Lolos 16 Besar

INGLEWOOD / MIAMI GARDENS — Piala Dunia 2026 menghadirkan dua cerita yang kontras namun sama-sama memikat pada Jumat (03/07/2026) dini hari WIB. Timnas Swiss merayakan kemenangan penting di laga kedua Grup B, sementara Argentina harus bersimbah peluh di babak 32 besar sebelum akhirnya merebut tiket 16 besar lewat drama perpanjangan waktu. Dua laga ini seakan menjadi potret bagaimana turnamen di Amerika Utara ini tak pernah kehabisan kejutan.

Swiss Bangkit, Manzambi Cetak Gol Penentu

Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung di Stadion SoFi, Inglewood, California, Swiss berhasil menundukkan Bosnia-Herzegovina melalui gol semata wayang yang dicetak oleh Johan Manzambi. Gol pada menit ke-63 itu lahir dari kombinasi apik lini tengah yang menusuk pertahanan Bosnia yang digalang Sangjinovic. Sebuah umpan terobosan dari kapten Granit Xhaka berhasil disambar Manzambi dengan sepakan mendatar yang mengecoh kiper Ibrahim Šehić. Gol itu langsung memicu perayaan liar dari para pemain dan staf Swiss yang sadar betul arti penting tiga poin di grup sulit yang juga dihuni Belgia dan Korea Selatan.

“Ini seperti mimpi yang menjadi nyata. Saya hanya berlari ke ruang kosong dan Granit melihat pergerakan saya. Bola itu seakan menemukan jalannya sendiri ke gawang,”

ucap Manzambi seusai laga dengan mata berkaca-kaca, seperti dikutip dari siaran pers resmi FIFA.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi La Nati setelah di laga pertama hanya bermain imbang melawan Belgia. Kini Swiss mengoleksi 4 poin dan menempati posisi kedua klasemen Grup B, di bawah Belgia yang di hari yang sama menggilas Korea Selatan 3-0. Pelatih Murat Yakin tak ingin besar kepala, namun ia mengakui bahwa mental bertanding timnya telah berubah sejak gol Manzambi.

“Kami sempat khawatir setelah babak pertama tanpa gol. Tapi saya katakan kepada para pemain bahwa pertandingan ini akan ditentukan oleh detail kecil. Johan memberikan detail itu,”

kata Yakin.

Sorotan juga tertuju pada disiplin lini belakang Swiss yang digawangi Manuel Akanji. Mereka sukses meredam serangan balik Bosnia yang mengandalkan kecepatan Edin Džeko dan Ermedin Demirović. Statistik mencatat Swiss memenangi 62% penguasaan bola dan melepas 5 tembakan tepat sasaran, sementara Bosnia hanya mencatatkan satu ancaman serius yang mampu ditepis Yann Sommer.

Messi Cetak Gol, Argentina Lolos Usai 120 Menit yang Melelahkan

Ribuan kilometer ke arah tenggara, di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida, Argentina menjalani laga yang jauh lebih mendebarkan. Menghadapi debutan Piala Dunia, Tanjung Verde, skuad asuhan Lionel Scaloni sempat dibuat frustrasi sebelum akhirnya menang dengan skor 2-1 setelah perpanjangan waktu. Sang megabintang, Lionel Messi, kembali menjadi penyelamat lewat gol pembuka pada menit ke-21.

Messi menerima bola dari Rodrigo De Paul, lalu dengan ciri khasnya menusuk dari sisi kanan dan melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh gawang yang tak mampu dijangkau kiper Josimar Dias. Publik Miami yang didominasi komunitas Argentina dan penggemar Inter Miami bergemuruh. Namun alih-alih membuka keran gol, justru itulah satu-satunya gol yang tercipta di waktu normal. Tanjung Verde, tim asuhan Pedro Brito, menunjukkan perlawanan gigih dan menyamakan kedudukan melalui sundulan Ryan Mendes di menit ke-78, memanfaatkan kemelut sepak pojok.

“Mereka tim yang sangat terorganisir. Kami tahu mereka bukan lawan yang bisa dianggap remeh, dan mereka membuktikannya malam ini,”

ujar Messi setelah laga.

Di fase normal, Argentina sebenarnya mendominasi dengan 71% penguasaan bola dan total 19 tembakan, namun kokohnya pertahanan Tanjung Verde plus performa gemilang Dias di bawah mistar memaksa laga berlanjut ke extra time. Di situlah mental juara bertahan benar-benar diuji.

Puncaknya terjadi pada menit ke-108. Sebuah umpan silang dari Nicolás Tagliafico diselesaikan dengan tandukan keras oleh Julián Álvarez yang lolos dari jebakan offside. Gol itu melegakan seluruh bangku cadangan Argentina. Tanjung Verde mencoba bangkit, namun stamina mereka terkuras dan Argentina mampu mempertahankan keunggulan.

Kontras Dua Laga, Satu Tujuan yang Sama

Kedua pertandingan mencerminkan bagaimana Piala Dunia 2026 memadukan narasi tradisional dan kejutan baru. Swiss membuktikan bahwa efisiensi dan momen individu bisa mengalahkan tim yang secara materi tak kalah kuat. Sementara Argentina menunjukkan bahwa label juara bertahan tak serta merta memberi jalan mudah. Justru tekanan lebih besar kerap mendera tim-tim besar, dan hanya pengalaman serta kualitas kedalaman skuad yang menjadi pembeda.

Tanjung Verde boleh jadi pulang lebih cepat dari turnamen, namun mereka meninggalkan kesan mendalam. Sementara itu, Swiss kini berada dalam posisi yang relatif nyaman untuk mengamankan satu tempat di babak gugur, asalkan mampu mencuri poin dari Korea Selatan di laga terakhir penyisihan grup.

Dua cerita dari dua lokasi berbeda ini juga memperlihatkan betapa Piala Dunia dengan format baru—48 tim—menyajikan panggung bagi negara-negara kecil sekaligus memperpanjang napas tim-tim elite. Bagi para penggemar sepak bola di Tanah Air, malam Jumat ini adalah bukti bahwa keindahan Piala Dunia tetap terletak pada ketidakpastiannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User