Siswi Tewas Akibat Kabel Menjuntai, Anggota DPRD DKI Dorong Audit Total Jaringan Udara di Jakarta
Beritatercepat.com, Jakarta - Seorang siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Jakarta bernama Neisha Amalia Evrian Putri (16) kehilangan nyawanya dalam sebuah insiden tragis di Jalan Leuser, Ke
Beritatercepat.com, Jakarta - Seorang siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Jakarta bernama Neisha Amalia Evrian Putri (16) kehilangan nyawanya dalam sebuah insiden tragis di Jalan Leuser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Gadis belia tersebut menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh kabel utilitas yang menjuntai rendah hingga mengenai tubuhnya.
Merespons insiden memilukan yang terjadi pada Kamis (18/6/2026) ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, angkat bicara. Melalui keterangan resmi yang diterima media kami, Selasa (23/6/2026), ia mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk segera melakukan audit total terhadap seluruh jaringan kabel udara di Ibu Kota.
Kecelakaan Maut Bukan Insiden Biasa
Kenneth menegaskan bahwa insiden merenggut nyawa Neisha ini tidak bisa dipandang hanya sebagai kecelakaan lalu lintas tunggal. Menurutnya, kabel yang bergelantungan tersebut merupakan bukti nyata dari sistem pengawasan dan tata kelola infrastruktur yang buruk di Jakarta.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Namun di balik duka ini, ada persoalan serius yang harus dibenahi. Ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan indikasi adanya kelalaian dalam pengelolaan infrastruktur utilitas yang berpotensi membahayakan masyarakat,"
tegas Kenneth dalam keterangan resminya.
Tagih Janji Audit Kabel Semrawut
Lebih lanjut, Kenneth mempertanyakan realisasi janji Pemprov DKI terdahulu yang sempat menggembar-gemborkan rencana penertiban jaringan kabel udara. Legislator itu menuntut agar pemprov tidak lagi menunda-nunda pembersihan "spaghetti kabel" yang sudah menjadi pemandangan lazim di banyak ruas jalan Jakarta karena menyimpan potensi bahaya serupa bagi warga.
"Pemprov DKI harus segera mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari PLN, Telkom, First Media, Biznet, hingga penyedia jasa internet lainnya. Harus ada audit menyeluruh terkait kabel fiber optik dan listrik yang putus dan menjuntai. Jika ditemukan pelanggaran atau kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa, penegakan hukum harus dilakukan tanpa kompromi," tambahnya.
Jakarta Butuh Terobosan Infrastruktur
Kenneth menyoroti bahwa sistem kabel udara terbukti gagal menjamin keselamatan. Ia mendorong Pemprov DKI untuk membuat terobosan konkret, salah satunya dengan mewajibkan jaringan utilitas baru ditanam di bawah tanah (ducting) secara bertahap, serta menetapkan sanksi tegas bagi perusahaan yang terbukti memelihara kabelnya secara tidak bertanggung jawab.
Tragedi yang menimpa Neisha, seorang pelajar yang masih memiliki masa depan cerah, disebut Kenneth sebagai pukulan keras bagi keluarga dan alarm darurat bagi pengelola kota. Ia berharap peristiwa ini menjadi momentum terakhir bagi Jakarta untuk bertoleransi terhadap aset infrastruktur yang terabaikan dan membahayakan warganya sendiri.
Comments (0)