Respati Ardi Akui Siap Salah usai Ditegur Gerindra Soal Baliho HUT Jokowi
Wali Kota Solo, Respati Ardi, akhirnya memberikan tanggapan soal kritik dari Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, yang sebelumnya menyatakan rasa kecewa atas pemasangan baliho ucapan ulang t
Wali Kota Solo, Respati Ardi, akhirnya memberikan tanggapan soal kritik dari Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, yang sebelumnya menyatakan rasa kecewa atas pemasangan baliho ucapan ulang tahun untuk Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Respati dengan terbuka menyampaikan pengakuannya dan siap menerima jika dirinya dianggap bersalah.
Pernyataan ini mencuat setelah beredarnya protes dari kalangan internal partai politik yang mempertanyakan urgensi baliho tersebut. Menanggapi hal itu, Respati tidak berusaha membela diri. Justru ia dengan rendah hati menyampaikan bahwa pihaknya membuka ruang untuk introspeksi.
Pesan Damai Wali Kota
Saat ditemui di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Solo di Laweyan pada Selasa (23/6/2026), Respati menyikapi protes tersebut dengan kepala dingin. Ia menekankan bahwa dirinya tidak ingin memperpanjang polemik dan memilih menempuh jalur komunikasi yang teduh.
"Kalau masalah yang ada, yang kemarin dari Pak Ketua, pokoknya siap salah, siap salah," ujar Respati kepada awak media kami.
Pernyataan singkat namun penuh makna itu seolah menegaskan bahwa sang Wali Kota baru tersebut menempatkan harmoni politik dan keberlanjutan hubungan baik dengan partai di atas egonya sebagai pemimpin daerah.
Apresiasi untuk Mantan Wali Kota
Respati menjelaskan bahwa pemasangan baliho ucapan selamat ulang tahun untuk Jokowi pada dasarnya hanyalah sebuah bentuk apresiasi sederhana. Menurutnya, tidak ada agenda politik terselubung di balik pemasangan atribut tersebut. Jokowi, yang memiliki rekam jejak panjang di Kota Solo dengan menjabat sebagai Wali Kota selama dua periode (2005-2012), merupakan tokoh sentral bagi warga setempat.
Dalam perspektif Pemerintah Kota, memasang baliho adalah tradisi penghormatan kepada mantan pemimpinnya. Langkah ini dipandang wajar mengingat besarnya kontribusi Jokowi dalam membangun fondasi Kota Solo sebelum akhirnya melesat ke kancah nasional. Meski demikian, kritik dari partai pengusung tetap diterima dengan lapang dada oleh pihak pemkot.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lingkungan Pemerintah Kota Solo terpantau kondusif. Pihaknya berjanji akan menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi agar komunikasi publik ke depannya lebih efektif dan tidak menimbulkan kegaduhan di internal partai koalisi pendukung pemerintahan.
Comments (0)