Siswa Sekolah Rakyat Pukau Warga Lewat Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris
BREAKING — Gemuruh tepuk tangan bergemuruh di halaman Sekolah Rakyat Model Proyek (SRMP) 18 Lombok Barat saat siswa menampilkan mikro drama Putri Mandalika sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Pertunjuk...
BREAKING — Gemuruh tepuk tangan bergemuruh di halaman Sekolah Rakyat Model Proyek (SRMP) 18 Lombok Barat saat siswa menampilkan mikro drama Putri Mandalika sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Pertunjukan singkat ini membuka acara open house yang digelar beberapa saat lalu, menyedot perhatian ratusan warga dan orang tua murid yang hadir.
Kejutan Panggung Berbalut Legenda
Mikro drama berdurasi tujuh menit itu mengangkat legenda asal Lombok Tengah tentang Putri Mandalika yang rela menceburkan diri demi menghindari pertumpahan darah para pangeran yang bersaing memperebutkannya. Seluruh dialog dilafalkan tanpa logat kental dan dibawakan dengan ekspresi penuh penghayatan. Ini kali pertama sekolah rakyat di Pulau Lombok menampilkan folklor lokal dengan pengantar internasional di depan publik, sekaligus menjadi sorotan utama di hari terbuka tersebut.
“Kami ingin tunjukkan bahwa siswa sekolah rakyat juga mampu tampil percaya diri menggunakan bahasa asing,” ujar salah satu guru pendamping yang enggan disebutkan namanya. Panggung sederhana itu dihiasi properti hasil kerajinan tangan siswa kelas V dan VI, mulai dari mahkota dari anyaman lontar hingga replika pantai berpasir dari daur ulang kertas. Para penonton tampak takjub, beberapa di antaranya bahkan merekam dengan ponsel dan langsung mengunggahnya ke media sosial.
Pameran Ragam Keterampilan
Selain drama berbahasa Inggris, open house ini menghadirkan deretan keterampilan yang telah diasah selama semester.
- Pidato tiga bahasa — siswa kelas atas membacakan orasi singkat secara bergantian dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Sasak. Materi yang diangkat seputar pelestarian lingkungan dan bahaya perundungan.
- Tari tradisional dan musik dolanan — kelompok tari menampilkan Tari Gendang Beleq yang dikemas apik, diiringi tabuhan alat musik bambu sederhana buatan guru seni budaya.
- Bazar literasi dan pameran sains — sudut kelas diubah menjadi laboratorium mini yang memamerkan percobaan sains tingkat dasar, sementara pojok lainnya menampilkan antologi cerpen karya siswa yang dicetak secara swadaya.
- Simulasi keterampilan vokasional — siswa kelas VI mendemonstrasikan cara menganyam ketak, membuat minyak kelapa murni, dan merakit lampu darurat dari aki bekas, menunjukkan bekal keahlian praktis yang disiapkan sekolah.
Komitmen Pendidikan Berkualitas
SRMP 18 merupakan bagian dari gerakan sekolah rakyat yang menyasar anak-anak kurang mampu di pelosok Lombok Barat. Tanpa memungut biaya sepeser pun, lembaga ini bertekad mematahkan anggapan bahwa pendidikan gratis berarti pendidikan seadanya. Open house yang berlangsung sehari penuh ini sekaligus menjadi ajang transparansi pengelolaan dana donasi dan unjuk progres belajar.
“Kami terus mendorong pendekatan berbasis proyek dan penguasaan bahasa internasional. Drama Putri Mandalika berbahasa Inggris adalah salah satu bukti bahwa di tengah keterbatasan, imajinasi dan kerja keras tidak terbatas,” jelas Ketua Komite Sekolah saat ditemui di lokasi.
Pantauan di lapangan, antusiasme warga begitu tinggi. Puluhan orang tua yang baru pertama kali melihat anaknya tampil di panggung tak kuasa menahan haru. Sebagian langsung mendaftarkan anak-anak mereka yang belum bersekolah ke SRMP 18 setelah menyaksikan langsung kualitas pembelajaran yang dipertontonkan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah membuka peluang bagi relawan pengajar dan donatur untuk berkontribusi, terutama dalam pengadaan buku berbahasa Inggris dan alat peraga sains sederhana. Penutupan acara ditandai dengan makan bersama nasi bungkus yang diracik para ibu anggota paguyuban, menegaskan bahwa open house ini tak hanya panggung prestasi, melainkan juga pesta kebersamaan warga.
Baca juga:
Comments (0)