SEMARANG, Beritatercepat.com -
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi meluncurkan logo, maskot, dan tema Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Convention Hall Masjid Agung Jawa Te
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi meluncurkan logo, maskot, dan tema Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Peluncuran ini menandai babak baru persiapan Jawa Tengah yang akan menjadi tuan rumah festival dan kompetisi Al-Qur'an terbesar di Indonesia pada 11 hingga 20 September 2026 mendatang. Acara peluncuran yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh para ulama, tokoh masyarakat, serta pejabat daerah, menandakan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyukseskan perhelatan akbar tersebut.
Sorotan Tema dan Filosofinya
Tema yang diusung, “Menebar Cahaya Al-Qur'an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban,” mengandung pesan mendalam. Tema ini mencerminkan tekad untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber inspirasi dalam membangun kehidupan berbangsa yang harmonis, toleran, dan berkeadilan. Indonesia Emas yang dicita-citakan pada tahun 2045 bukan hanya sekadar kemajuan fisik, tetapi juga kemajuan moral dan spiritual yang berlandaskan nilai-nilai Ilahi. Dalam sambutannya, Gubernur Luthfi menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi tilawah, melainkan momentum untuk merekatkan ukhuwah islamiyah dan membumikan pesan-pesan Al-Qur'an di tengah masyarakat yang majemuk.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa pemilihan Jawa Tengah sebagai tuan rumah sangat tepat mengingat kekayaan tradisi keagamaan dan budaya yang dimiliki provinsi ini. “Kami berharap MTQ kali ini dapat menjadi etalase toleransi dan harmoni, sekaligus memicu geliat ekonomi dan pariwisata daerah,” ujarnya saat menekan tombol peluncuran bersama Gubernur.
Logo dan Maskot: Simbol Identitas Baru
“Logo yang kami luncurkan hari ini adalah perpaduan antara elegant motif Al-Qur’an dan ornamen khas Jawa Tengah, melambangkan sinergi antara wahyu Ilahi dan kearifan lokal. Kami ingin MTQ kali ini terasa dekat dengan hati masyarakat,” jelas Gubernur Luthfi.
Desain logo memadukan siluet kitab suci dengan elemen gunungan wayang, sementara maskot resmi berupa burung perkutut—simbol kesetiaan dan kedamaian—yang diberi nama “Rukun.” Nama ini dipilih untuk memperkuat pesan kerukunan dan kebersamaan. Maskot tersebut diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk lebih mencintai Al-Qur’an dengan cara yang menyenangkan dan relevan.
Peluncuran perdana ini juga diramaikan dengan pameran kaligrafi dan penampilan qari internasional yang memukau audiens. Panitia daerah optimistis venue utama di kompleks MAJT serta sejumlah lokasi pendukung di Semarang dan sekitarnya akan siap tepat waktu. Mereka menargetkan partisipasi ribuan kafilah dari 34 provinsi, menjadikan MTQ XXXI sebagai gelaran paling meriah dan inklusif sepanjang sejarah.
Dengan diluncurkannya logo dan maskot, Jawa Tengah resmi mengibarkan bendera persiapan. Masyarakat diajak untuk turut serta menyemarakkan bulan Al-Qur’an pada September tahun depan, membangun jembatan silaturahmi dan memperkuat fondasi Indonesia yang berkeadaban.
Comments (0)