Sari Yuliati Puji B50, Kunci Kemandirian Energi Nasional

JAKARTA — BARU SAJA: Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati melontarkan pujian tegas terhadap implementasi perdana Biodiesel B50 yang resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini dinilai seba...

Jul 12, 2026 - 03:51
0 0
Sari Yuliati Puji B50, Kunci Kemandirian Energi Nasional

JAKARTA — BARU SAJA: Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati melontarkan pujian tegas terhadap implementasi perdana Biodiesel B50 yang resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini dinilai sebagai terobosan strategis untuk memangkas ketergantungan impor bahan bakar minyak sekaligus mengangkat kesejahteraan jutaan petani sawit di tanah air.

Peluncuran program B50—campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar—digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin siang. Presiden Prabowo menekankan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. “Ini bukan sekadar kebijakan, tapi lompatan besar menuju kedaulatan energi,” tegas Sari Yuliati dalam keterangan persnya beberapa menit setelah seremoni.

Menurut legislator asal daerah pemilihan Jawa Timur itu, program B50 tidak hanya menjawab persoalan defisit neraca perdagangan akibat impor BBM, melainkan juga menjadi katalisator peningkatan kesejahteraan petani sawit. “Dengan perluasan serapan minyak sawit domestik, harga tandan buah segar (TBS) akan lebih stabil dan petani mendapat kepastian pasar,” imbuhnya.

Fakta Cepat Biodiesel B50

  • Komposisi: 50% biodiesel sawit + 50% solar murni
  • Target Penghematan Devisa: hingga Rp150 triliun per tahun
  • Penyerapan CPO: 18 juta ton per tahun untuk program B50
  • Petani Terlibat: 16,2 juta petani sawit di seluruh Indonesia
  • Implementasi: Berlaku untuk seluruh kendaraan diesel dan mesin industri

Sari Yuliati menambahkan, DPR akan mengawal penuh kebijakan ini melalui fungsi pengawasan dan anggaran. Pihaknya memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan insentif dan infrastruktur pendukung agar transisi ke B50 berjalan mulus. “Kami di parlemen siap mem-back up setiap langkah eksekutif, termasuk memastikan tidak ada spekulan yang memainkan harga di tingkat petani,” katanya.

Program ini juga diklaim mampu memangkas emisi gas rumah kaca secara signifikan. Dengan substitusi 50% solar oleh biodiesel, Indonesia berpotensi menurunkan jejak karbon hingga 120 juta ton CO2 per tahun, sejalan dengan target Enhanced NDC 2030.

Di sisi lain, sejumlah kalangan pelaku usaha menyambut positif kepastian pasar. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyatakan program B50 akan mendorong hilirisasi dan menambah nilai tambah di dalam negeri. “Ini mengamankan 40% produksi CPO nasional untuk pasar domestik, sehingga kita tak lagi bergantung pada fluktuasi harga ekspor,” ujar salah satu perwakilan GAPKI yang hadir.

Sari Yuliati menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa B50 akan menjadi fondasi menuju B100 di masa depan. “Kemandirian energi bukan lagi mimpi, hari ini kita buktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri,” pungkasnya.

Pemerintah menargetkan seluruh armada kendaraan diesel dan pembangkit listrik berbahan bakar minyak di Indonesia akan sepenuhnya menggunakan B50 dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User