Paolo Maldini Resmi Jadi Direktur Teknik Timnas Italia
ROMA — Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) secara resmi menunjuk legenda hidup AC Milan, Paolo Maldini, sebagai Direktur Teknik tim nasional. Keputusan ini diambil sebagai respons atas krisis mendalam...
ROMA — Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) secara resmi menunjuk legenda hidup AC Milan, Paolo Maldini, sebagai Direktur Teknik tim nasional. Keputusan ini diambil sebagai respons atas krisis mendalam yang melanda Gli Azzurri setelah tiga kali berturut-turut gagal lolos ke putaran final Piala Dunia.
Penunjukan ini diumumkan langsung oleh Presiden FIGC dalam konferensi pers yang digelar di pusat pelatihan Coverciano, menandai babak baru bagi sepak bola Italia yang sedang terpuruk. Maldini, yang selama ini dikenal sebagai ikon kesuksesan di level klub, kini mendapat mandat untuk membangun kembali fondasi timnas dari bawah.
Misi Mengembalikan Harga Diri
Absennya Italia di tiga Piala Dunia terakhir menjadi pukulan telak bagi negara yang pernah mengukir sejarah sebagai juara dunia empat kali. Kegagalan ini tidak hanya memalukan secara statistik, tetapi juga mencerminkan kemunduran sistemik dalam pembinaan pemain. Maldini diharapkan mampu merevolusi sektor teknik, mulai dari pemantauan bakat usia muda hingga integrasi dengan filosofi permainan tim senior.
Sumber di FIGC menyebutkan, Maldini akan memiliki kewenangan penuh dalam menentukan kebijakan teknik, termasuk pemilihan staf pelatih dan standar evaluasi pemain. Ini adalah sinyal kuat bahwa federasi siap melakukan perubahan radikal, bukan sekadar tambal sulam.
Rekam Jejak di AC Milan Jadi Bekal
Pengalaman Maldini selama menjabat sebagai Direktur Teknik AC Milan (2019–2023) menjadi alasan utama kepercayaan FIGC. Di bawah arahannya, Milan bangkit dari keterpurukan menuju Scudetto musim 2021/2022 setelah puasa gelar selama 11 tahun. Maldini dikenal memiliki insting tajam dalam merekrut pemain muda potensial seperti Rafael Leão, Fikayo Tomori, hingga Mike Maignan, yang menjadi tulang punggung keberhasilan Rossoneri.
Meski masa baktinya di Milan berakhir karena perbedaan visi dengan manajemen, reputasinya sebagai arsitek kebangkitan tetap tak tercoreng. Kini, kejelian dan ketegasannya diharapkan bisa mereplikasi formula sukses tersebut ke dalam tubuh tim nasional yang membutuhkan gairah baru.
Respons Publik dan Ekspektasi
Kabar ini disambut antusias oleh para tifosi. Di berbagai forum daring, nama Maldini menjadi topik hangat dan dianggap sebagai pilihan tepat untuk menyelamatkan karier internasional generasi emas yang mulai menua. Sejumlah mantan pemain seperti Gianluigi Buffon dan Alessandro Nesta juga memberikan dukungan penuh.
"Dia punya karakter dan visi yang dibutuhkan sepak bola Italia saat ini," ujar Buffon melalui media sosial. Figur Maldini diyakini mampu menyatukan ego di ruang ganti dan menanamkan mentalitas juara yang sudah lama pudar dari skuat Azzurri.
Dengan kontrak berdurasi tiga tahun, Maldini langsung dihadapkan pada tuntutan jangka pendek: memastikan Italia lolos ke Piala Eropa mendatang dan mulai membangun kerangka tim untuk kualifikasi Piala Dunia berikutnya. Tantangan besar menanti, namun nama besar Paolo Maldini selalu identik dengan kemenangan.
Baca juga:
Comments (0)