BEI Sukses Antar 7 IPO, 4 Emiten Baru Mengantre 2026
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan rekor baru di tahun 2026 dengan sukses menggelar tujuh penawaran umum perdana (IPO) saham. Kini, empat perusahaan lainnya resmi masuk pipeline dan te...
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan rekor baru di tahun 2026 dengan sukses menggelar tujuh penawaran umum perdana (IPO) saham. Kini, empat perusahaan lainnya resmi masuk pipeline dan tengah menanti giliran untuk mencatatkan sahamnya di lantai bursa.
Kinerja Tujuh Emiten Baru
Sepanjang semester pertama 2026, BEI berhasil menghimpun dana segar lebih dari Rp3,2 triliun dari tujuh perusahaan yang baru saja melantai. Sektor yang mendominasi antara lain teknologi, energi terbarukan, dan konsumer. Saham-saham IPO ini mayoritas mengalami kenaikan pada hari pertama perdagangan, menunjukkan antusiasme investor ritel dan institusi.
Direktur Utama BEI menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari penyederhanaan regulasi dan percepatan proses persetujuan. "Kami terus berupaya memangkas birokrasi tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian," ujarnya saat konferensi pers virtual, Selasa (2/6).
Antrean yang Menjanjikan
Dari empat perusahaan yang masih mengantre, dua di antaranya telah memasuki tahap due diligence akhir. Komposisi sektor calon emiten kali ini cukup beragam, mulai dari energi bersih hingga logistik digital. Hal ini diharapkan dapat memberikan alternatif pilihan bagi investor yang selama ini didominasi saham sektor keuangan dan pertambangan.
- PT Teknologi Nusantara Digital (TND) — Pengembang solusi kecerdasan buatan untuk industri perbankan, menargetkan perolehan dana hingga Rp800 miliar.
- PT Energi Terbarukan Khatulistiwa (ETK) — Perusahaan pembangkit listrik tenaga surya yang berencana ekspansi ke luar Pulau Jawa, membutuhkan investasi sekitar Rp500 miliar.
- PT Pangan Sejahtera Abadi (PSA) — Produsen makanan beku siap saji, akan melepas 20% saham untuk membiayai pembangunan pabrik ketiga di Jawa Timur.
- PT Logistik Cepat Nusantara (LCN) — Startup logistik yang mengintegrasikan armada truk dengan platform digital, memperkirakan bisa mengantongi dana Rp350 miliar.
Seorang analis senior dari sebuah perusahaan sekuritas menilai, diversifikasi sektor ini sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. "Ini menunjukkan bahwa ekosistem IPO kita tidak hanya bergantung pada satu dua sektor saja. Ketika satu sektor lesu, sektor lain bisa jadi penyeimbang," katanya.
Target 2026 dan Strategi BEI
Dengan adanya tambahan empat perusahaan dalam pipeline, BEI optimistis target 12 pencatatan saham baru hingga akhir tahun akan tercapai. Tahun lalu, bursa berhasil mendorong 15 IPO, dan meski tahun ini jumlahnya lebih rendah, kualitas serta skala dana yang dihimpun cenderung lebih besar.
BEI juga gencar melakukan sosialisasi melalui program “IPO Ready” yang menyasar perusahaan-perusahaan potensial di daerah. Direktur Penilaian Perusahaan BEI mengungkapkan, lebih dari 30 perusahaan telah mengikuti inkubasi dan diperkirakan akan melantai dalam kurun 2-3 tahun mendatang.
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memberikan dukungan penuh dengan memperlonggar beberapa ketentuan pencatatan bagi perusahaan teknologi dengan valuasi tinggi namun belum mencetak laba. Aturan ini diyakini akan semakin membuka pintu bagi startup unicorn untuk go public di bursa domestik.
Dengan semakin membaiknya sentimen pasar pasca ketidakpastian global yang mulai mereda, BEI dan pelaku pasar optimistis bahwa aktivitas IPO akan tetap bergairah hingga penghujung tahun.
Baca juga:
Comments (0)