Saluran Irigasi di Bogor Hilang, Pemkab Gencarkan Normalisasi

Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tengah menghadapi persoalan serius terkait infrastruktur pertanian. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, sejumlah saluran irigasi di wilayah tersebut dilaporkan

Jul 08, 2026 - 04:38
0 0
Saluran Irigasi di Bogor Hilang, Pemkab Gencarkan Normalisasi

Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tengah menghadapi persoalan serius terkait infrastruktur pertanian. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, sejumlah saluran irigasi di wilayah tersebut dilaporkan menghilang sehingga mengganggu distribusi air bagi lahan pertanian warga. Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Bogor langsung mengambil langkah cepat dengan memulai program normalisasi untuk mengembalikan fungsi vital saluran air tersebut.

Fenomena hilangnya saluran irigasi ini menjadi perhatian utama Bupati Bogor Rudy Susmanto. Dalam keterangannya pada Jumat (3/7/2026), ia mengakui bahwa banyak saluran irigasi yang kondisinya sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, bahkan seolah lenyap dari tata ruang wilayah.

"Beberapa saluran irigasi banyak yang hilang, tetapi kami berupaya hari ini yang mana daerah irigasi, kami berkolaborasi dengan BBWS, dengan PSDA, berkolaborasi bersama-sama untuk mengaktifkan kembali beberapa saluran-saluran irigasi yang ada," ujar Rudy Susmanto.

Upaya normalisasi ini tidak dilakukan secara sepihak. Pemkab Bogor membangun sinergi lintas lembaga dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA). Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat proses identifikasi titik-titik irigasi yang hilang serta memetakan langkah teknis yang diperlukan untuk reaktivasi saluran. Rudy menegaskan pentingnya kerja sama ini mengingat pulihnya jaringan irigasi berdampak langsung pada produktivitas sektor pertanian dan kesejahteraan petani di Kabupaten Bogor.

Hilangnya saluran irigasi diduga kuat dipicu oleh alih fungsi lahan yang masif di kawasan Bogor. Pembangunan permukiman dan infrastruktur komersial sering kali menimbun atau memutus jalur air yang sudah ada puluhan tahun. Akibatnya, aliran air ke sawah-sawah terhambat, memicu potensi gagal panen di sejumlah titik. Selain faktor pembangunan, sedimentasi dan kurangnya perawatan rutin juga memperparah kondisi saluran yang ada sehingga tidak lagi mampu mengalirkan air secara optimal.

Program normalisasi ini akan mencakup pengerukan sedimentasi, perbaikan tanggul, serta pembukaan kembali jalur-jalur irigasi yang tertutup. Target utamanya adalah memastikan musim tanam berikutnya dapat berjalan tanpa kendala pasokan air. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat, khususnya para petani, untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi penyempitan atau penutupan saluran di lingkungan mereka.

Di sisi lain, dinamika infrastruktur di Bogor juga terjadi pada sektor transportasi. Sebagai informasi tambahan yang dihimpun media kami dalam pemberitaan terpisah, dua halte Biskita Bogor terpaksa dinonaktifkan untuk sementara waktu. Penonaktifan ini dilakukan setelah adanya protes dari para sopir angkutan kota yang merasa rute bus tersebut mengganggu mata pencaharian mereka. Langkah ini menunjukkan bahwa penataan infrastruktur dan layanan publik di Bogor masih memerlukan penyesuaian dan dialog intensif dengan berbagai pemangku kepentingan.

Pemkab Bogor berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan program normalisasi irigasi tidak hanya bersifat sementara, melainkan menjadi solusi jangka panjang bagi ketahanan pangan daerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Reporter Teknologi. Reporter teknologi terkini dan rilis produk.

Comments (0)

User