Richa Novisha Trauma Dengar Sirine Ambulans Usai Ditinggal Gary Iskak
Beritatercepat.com, Jakarta - Duka mendalam masih menyelimuti hati artis Richa Novisha setelah berpulangnya sang suami tercinta, Gary Iskak. Kehilangan sosok pendamping hidup selama bertahun-tahun te
Beritatercepat.com, Jakarta - Duka mendalam masih menyelimuti hati artis Richa Novisha setelah berpulangnya sang suami tercinta, Gary Iskak. Kehilangan sosok pendamping hidup selama bertahun-tahun tentu bukan perkara mudah. Kini, Richa mulai membuka diri mengenai kondisi psikisnya yang masih berjuang melawan trauma mendalam pasca kepergian suaminya.
Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh media kami, melalui unggahan terbaru di akun media sosial pribadinya, ibu dua anak itu mengungkapkan sebuah fakta yang memilukan. Ternyata, ia kerap mengalami momen emosional yang datang secara tiba-tiba, terutama saat sedang berkendara atau berada di jalanan. Pemicunya adalah satu suara yang sangat spesifik, suara sirine ambulans. Suara meraung-raung itu seketika membawanya kembali pada hari-hari kelam, detik-detik terakhir mendiang Gary Iskak berjuang melawan sakitnya di dalam ambulans sebelum menghembuskan napas terakhir.
Reaksi Spontan Richa Novisha di Jalan Raya
Richa menuturkan bahwa trauma ini muncul tanpa bisa ia kendalikan. Dalam unggahan yang penuh air mata, ia menggambarkan bagaimana jantungnya langsung berdebar kencang dan dadanya terasa sesak setiap kali mendengar lolongan sirine kendaraan darurat tersebut. Bahkan, ia mengaku spontan memacu kendaraannya ke pinggir jalan untuk memberi celah, namun seketika itu pula air matanya tumpah tanpa bisa dibendung.
"Setiap kali dengar sirine ambulans, rasanya seperti ada yang meremas dada saya. Langsung teringat momen terakhir Mas Gary di ambulans, saat saya menggenggam tangannya. Suara itu terus terngiang dan membuat saya lemas," tulis Richa dalam unggahannya yang dikutip Beritatercepat.com.
Trauma ini bukan hanya sekadar rasa sedih yang biasa. Richa menyebut ia bahkan sering kali harus menepi cukup lama untuk menenangkan diri atau menghubungi kerabat terdekat agar bisa kembali fokus berkendara. Kondisi ini menunjukkan bahwa proses berduka akibat kehilangan suami yang begitu dicintai masih menyisakan luka psikis yang signifikan.
Perjuangan Seorang Ibu dan Kenangan Gary Iskak
Sebagai seorang ibu, Richa berusaha tegar di depan buah hatinya. Namun, diakuinya bahwa saat sedang sendiri di dalam mobil, topeng ketegaran itu sering kali runtuh. Isak tangis dan ingatan tentang almarhum Gary Iskak yang terbaring lemah menjadi gambaran yang terus berputar di kepalanya.
Gary Iskak, yang meninggal dunia pada awal 2024 lalu karena komplikasi penyakit, dikenal sebagai aktor yang humoris dan sangat dekat dengan keluarga. Kehilangannya menyisakan ruang kosong yang sangat besar bagi Richa. Lebih dari sekadar suami, Gary adalah sahabat dan teman berdiskusi yang kehadirannya sangat dirindukan. Laporan dari media kami menyebutkan bahwa sebelum meninggal, Gary memang sempat mendapatkan penanganan darurat dan perjalanan menggunakan ambulans dari rumah menuju rumah sakit, sebuah momen yang tampaknya membekas begitu kuat di ingatan Richa.
Psikolog klinis yang dimintai keterangan oleh Beritatercepat.com menyebutkan bahwa apa yang dialami Richa merupakan gejala Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang umum dialami oleh seseorang yang ditinggalkan secara mendadak atau menyaksikan perjuangan hidup-mati orang terdekat. Suara, bau, atau lokasi tertentu dapat menjadi 'trigger' kuat yang membangkitkan kembali memori traumatis tersebut.
"Saya ingin sembuh dan kembali kuat untuk anak-anak. Tapi jujur, prosesnya tidak mudah. Ambulans itu seperti membawa saya kembali ke masa lalu yang ingin saya lupakan," ujar Richa.
Hingga saat ini, Richa Novisha terus berusaha menjalani hari-harinya dengan penuh kesabaran. Dukungan dari keluarga, sahabat, dan para penggemar setia mendiang Gary Iskak menjadi kekuatan tersendiri bagi artis kelahiran Bandung itu. Kisahnya menjadi pengingat bagi banyak orang betapa dahsyatnya dampak kehilangan, dan bahwa proses penyembuhan dari trauma sering kali memerlukan waktu yang tidak sebentar. Semoga Richa dan anak-anak terus diberikan ketabahan.
Comments (0)