RI Bakal Ekspor Listrik ke Singapura dengan Kapasitas 3,4 GW, Danantara Ambil Peran Kunci

Jakarta, Beritatercepat.com – Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mendapat mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk merealisasikan proyek ekspor listr

Jul 08, 2026 - 05:59
0 0
RI Bakal Ekspor Listrik ke Singapura dengan Kapasitas 3,4 GW, Danantara Ambil Peran Kunci

Jakarta, Beritatercepat.com – Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mendapat mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk merealisasikan proyek ekspor listrik ke Singapura. Proyek ambisius dengan kapasitas mencapai 3,4 gigawatt (GW) ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam kerja sama energi antara kedua negara bertetangga.

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan energi terkemuka asal Singapura, yakni Keppel dan Sembcorp, untuk mewujudkan rencana yang telah tertunda cukup lama ini. Rosan menegaskan bahwa proyek ini dirancang sebagai inisiatif jangka panjang yang tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura.

"Ini kan sebenarnya sudah direncanakan cukup lama, sudah lebih dari empat tahun. Tadi Bapak Presiden memberikan amanat kepada Danantara untuk bersama-sama dengan dunia usaha, dengan pihak swasta, untuk membangun dan memastikan agar kerja sama yang saling menguntungkan ini benar-benar bisa terlaksana," ujar Rosan dalam keterangannya usai pertemuan bilateral di Jakarta, Senin (6/7/2026).

"Tadi Bapak Presiden mengamanatkan untuk Danantara bersama-sama nanti dengan dunia usaha, dengan private sector untuk membangun. Ini kan sudah lama sebenarnya, sudah empat tahun lah ya lebih. Untuk supaya kerja sama ini bisa terlaksana."

Pembahasan mengenai ekspor listrik ini menjadi salah satu agenda kunci dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut menandai keseriusan kedua pemimpin negara untuk mempercepat implementasi kerja sama energi bersih yang telah lama dinantikan.

Dengan nilai kapasitas ekspor yang fantastis, proyek ini diproyeksikan membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Selain menjadi sumber pendapatan baru dari sektor energi, keterlibatan perusahaan global seperti Keppel dan Sembcorp diyakini akan mengerek standar pengembangan infrastruktur kelistrikan dalam negeri. Rencana ini sekaligus menjadi kendaraan bagi Indonesia untuk memaksimalkan potensi energi baru terbarukan (EBT) yang melimpah, sejalan dengan komitmen transisi energi di kawasan Asia Tenggara.

Bagi Singapura sendiri, pasokan listrik dari Indonesia akan membantu negara kota tersebut dalam upaya diversifikasi sumber energi dan mempercepat pencapaian target dekarbonisasi. Kemitraan ini dianggap sebagai skema "win-win solution" yang menyatukan keunggulan sumber daya alam Indonesia dengan kebutuhan energi serta teknologi dari Singapura.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Editor Ekonomi. Editor ekonomi breaking dan update pasar terkini.

Comments (0)

User