Restorasi Total Candi Prambanan Dimulai 2026, Target 2029

YOGYAKARTA — Proyek ambisius pemugaran menyeluruh Candi Prambanan akhirnya menemui titik terang. Sit us peninggalan Hindu termegah di Indonesia itu dijadwalkan menjalani restorasi besar-besaran mula...

Jul 12, 2026 - 08:55
0 0
Restorasi Total Candi Prambanan Dimulai 2026, Target 2029

YOGYAKARTA — Proyek ambisius pemugaran menyeluruh Candi Prambanan akhirnya menemui titik terang. Sit us peninggalan Hindu termegah di Indonesia itu dijadwalkan menjalani restorasi besar-besaran mulai tahun 2026, dengan bidikan tuntas paling lambat 2029. Kabar ini sontak memicu gelombang antusiasme sekaligus kehati-hatian di kalangan pelestari cagar budaya.

Langkah Strategis Pasca-Rentetan Gempa

Keputusan merevitalisasi kompleks percandian yang telah berdiri sejak abad ke-9 itu tidak datang tiba-tiba. Sejumlah gempa tektonik yang mengguncang kawasan Yogyakarta dan Jawa Tengah dalam satu dekade terakhir mempercepat urgensi intervensi struktural. Getaran berkekuatan signifikan—terutama peristiwa 2006—meninggalkan retakan mikro di puluhan stupa dan panel relief, yang jika dibiarkan berpotensi memicu kelongsoran susunan batu andesit.

Tim ahli dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah X telah merampungkan studi diagnostik berbasis pemindaian tiga dimensi. Hasilnya memetakan titik-titik kritis yang harus segera ditangani agar integritas bangunan utama setinggi 47 meter—Candi Siwa—tetap kokoh. “Kami tidak sedang membangun ulang, melainkan merawat agar napas asli abad ke-9 tidak lenyap,” tegas salah satu arkeolog senior yang terlibat.

Metode Tradisional Bertemu Teknologi Modern

Restorasi kali ini tidak sekadar menyambung batu yang retak. Kurator proyek mengusung pendekatan hibrida: teknologi pemantauan digital bersanding dengan teknik anastylosis—metode penyusunan kembali batu asli tanpa semen modern—yang diadopsi sejak pemugaran era kolonial Belanda. Setiap fragmen batu akan dipreteli, dipetakan, dan dikembalikan ke posisi awalnya dengan presisi milimeter. Seluruh tahap dikawal algoritma pelacak yang memastikan setiap komponen kembali ke sarang yang tepat.

Pekerjaan paling sensitif tertuju pada Candi Brahma dan Candi Wisnu yang dihiasi puluhan panel naratif Ramayana. Relief-relief itu dijadwalkan menjalani pembersihan biologis dari lumut kerak serta konsolidasi lapisan batu yang mulai mengelupas. Pemerintah menganggarkan dana lebih dari Rp800 miliar untuk seluruh siklus restorasi ini, mencakup riset, pelaksanaan fisik, hingga penguatan kapasitas masyarakat sekitar sebagai penjaga warisan.

Siaga Status Warisan Dunia

Langkah restorasi ini juga dipantau ketat oleh UNESCO, mengingat Candi Prambanan masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia sejak 1991. Setiap tahap konstruksi wajib mengantongi persetujuan World Heritage Centre agar tidak menyimpang dari prinsip keaslian. Pihak pengelola telah mengirimkan dokumen manajemen konservasi terbaru dan memastikan akses wisatawan tetap dibuka pada zona aman selama proyek berlangsung.

“Kami sudah menyusun skenario buka-tutup klaster secara bergilir, sehingga kunjungan publik tidak terhenti total,” terang juru bicara PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Pedagang suvenir dan pemandu lokal dijanjikan tetap memperoleh ruang usaha di luar perimeter proyek, meminimalkan guncangan ekonomi.

Dukungan dan Kekhawatiran Mengalir

Para pelaku wisata menyambut positif tetapi menyimpan catatan kritis. Mereka mendesak transparansi jadwal agar promosi paket wisata tidak berbenturan dengan penutupan mendadak. Sementara itu, komunitas pecinta sejarah mendorong pelibatan lebih banyak arkeolog muda agar regenerasi kepakaran berjalan alami. Seorang peneliti dari Universitas Gadjah Mada menyebut proyek ini harus menjadi laboratorium hidup. “Restorasi bukan hanya soal batu; ini tentang membaca teknologi nenek moyang yang hingga kini belum sepenuhnya terkuak,” ujarnya.

Dengan target rampung 2029, waktu tiga tahun dianggap ketat namun realistis. Jika berhasil, Candi Prambanan akan memasuki babak baru sebagai monumen yang tidak hanya berdiri gagah melintasi milenium, tetapi juga menjadi model konservasi adaptif di kawasan tropis rawan gempa. Para pemangku kepentingan berharap, begitu debu proyek hilang, Prambanan tetap menjadi tempat di mana langit, batu, dan doa kembali bertaut.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User