Monday, 24 August 2026 | 13:46 WIB

Relawan Karhutla Masuk IGD, Sesak Napas Usai Berjam-jam Padamkan Api

BARU SAJA — Rizky Mubarrak, seorang relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan, kini menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat sebuah rumah sakit. Kondisinya memburuk usai berjam-jam be...

Aug 20, 2026 - 18:38
0 2
Relawan Karhutla Masuk IGD, Sesak Napas Usai Berjam-jam Padamkan Api

BARU SAJA — Rizky Mubarrak, seorang relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan, kini menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat sebuah rumah sakit. Kondisinya memburuk usai berjam-jam bertugas di lapangan. Sesak napas berat menghantamnya saat asap tebal karhutla menyelimuti lokasi pemadaman.

Kabar ini dikonfirmasi dari keluarga yang mendampingi Rizky di rumah sakit. Ia dilaporkan kelelahan luar biasa setelah bergantian memadamkan api sejak pagi. Paparan asap yang berkepanjangan akhirnya memaksa tubuhnya menyerah. Tim medis langsung memberikan oksigen dan obat-obatan pernapasan. Kondisi Rizky kini berangsur stabil, meski masih dalam pengawasan ketat dokter.

Bertugas Tanpa Henti

Rizky bukan satu-satunya relawan yang jatuh sakit. Ia bagian dari puluhan warga yang turun tangan memadamkan api secara sukarela. Mereka bekerja tanpa lelah di tengah terik matahari dan kepulan asap pekat. Tugas berat itu berlangsung berhari-hari tanpa jeda berarti. Banyak di antara mereka bahkan mengabaikan rasa lelah demi menyelamatkan lahan dan permukiman warga.

Menurut kesaksian rekan-rekan satu timnya, Rizky sempat menolak beristirahat saat diminta. Ia bersikeras melanjutkan pemadaman hingga api benar-benar padam. Sikap itu berujung fatal bagi kesehatannya. Sekitar pukul tengah malam, Rizky mengeluh dadanya terasa sesak. Napasnya mulai tersengal-sengal dalam hitungan menit. Rekan-rekannya segera membawanya ke rumah sakit terdekat menggunakan mobil pribadi.

Di perjalanan, kondisi Rizky sempat mengkhawatirkan. Wajahnya pucat dan tubuhnya gemetar karena kelelahan. Petugas medis di IGD langsung menanganinya begitu mobil tiba. Dokter mendiagnosis Rizky mengalami gangguan pernapasan akut. Penyebab utamanya adalah inhalasi asap dalam jumlah besar serta kelelahan fisik ekstrem.

Ancaman Asap yang Tak Terlihat

Asap karhutla bukan sekadar mengganggu penglihatan. Kandungan partikel halus di dalamnya sangat berbahaya bagi paru-paru. Paparan dalam waktu singkat saja sudah memicu iritasi saluran napas. Apalagi jika terpapar berjam-jam tanpa alat pelindung memadai. Risikonya meningkat drastis menjadi gangguan pernapasan serius.

Relawan di lapangan menjadi kelompok paling rentan. Mereka berdiri paling dekat dengan sumber api dan asap. Masker biasa pun sering kali tidak cukup menahan partikel halus tersebut. Para ahli kesehatan menegaskan bahwa perlindungan pernapasan adalah kebutuhan mutlak bagi relawan. Alat pelindung diri lengkap harus tersedia sebelum mereka diterjunkan ke titik api.

Dokter yang menangani Rizky juga menyoroti bahaya kelelahan berkepanjangan. Tubuh yang lelah memiliki daya tahan lebih rendah. Sistem imun melemah dan lebih mudah diserang penyakit. Kombinasi kelelahan dan paparan asap menjadi kombinasi paling mematikan. Itulah yang dialami Rizky saat ini.

Solidaritas di Tengah Kepungan Asap

Kabar Rizky jatuh sakit memicu gelombang simpati. Rekan-rekan relawan bergantian menjenguknya di rumah sakit. Warga sekitar juga mengirimkan makanan dan bantuan biaya perawatan. Aksi solidaritas ini menunjukkan betapa eratnya kebersamaan warga menghadapi musibah. Meski lelah, semangat mereka untuk saling membantu tidak surut.

Keluarga Rizky mengaku bersyukur atas dukungan yang datang dari banyak pihak. Mereka berharap kondisi Rizky cepat membaik. Doa dan dukungan moril disebut sangat membantu proses pemulihan. Sementara itu, tim relawan lain tetap siaga di lapangan. Api yang belum sepenuhnya padam masih menjadi ancaman nyata.

Seruan untuk Kewaspadaan

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Penanganan karhutla tidak boleh mengabaikan keselamatan petugas. Setiap relawan wajib memprioritaskan kesehatan dan keselamatannya sendiri. Istirahat cukup, hidrasi, dan alat pelindung harus menjadi harga mati. Jangan pernah meremehkan bahaya asap meski terlihat tipis. Efeknya bisa mematikan dalam waktu singkat.

Pihak berwenang pun diingatkan untuk memperkuat dukungan bagi relawan. Pengawasan udara, alat pemadam, hingga asuransi kesehatan sangat dibutuhkan. Relawan adalah garda terdepan yang berjuang tanpa pamrih. Sudah seharusnya mereka mendapat perlindungan terbaik. Kejadian yang menimpa Rizky semoga menjadi pengingat bagi semua. Kecepatan evakuasi dan penanganan medis terbukti menyelamatkan nyawa. Perkembangan kondisi Rizky akan terus menjadi sorotan hingga ia dinyatakan sembuh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User