SLEMAN, Beritatercepat.com — Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta berkumpul dalam sebuah agenda konsolidasi gagasan bertajuk Forum Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan dan Gizi Indonesia. Acara kolaboratif yang diinisiasi oleh Rembuk Pemuda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga ini digelar di Sleman untuk merespons dinamika krisis pangan global serta tantangan gizi di tingkat nasional.
Forum ini menjadi panggung strategis bagi generasi muda intelektual untuk menyuarakan keresahan sekaligus menawarkan cetak biru gagasan inovatif. Mahasiswa menilai persoalan ketahanan pangan tidak dapat lagi dipandang sebelah mata, mengingat ancaman perubahan iklim ekstrem, penyusutan lahan pertanian produktif, serta fluktuasi harga komoditas pokok yang terus membayangi masyarakat rentan.
Kolaborasi Lintas Sektor demi Kedaulatan Pangan
Inisiatif pertemuan ini menitikberatkan pada pentingnya integrasi antarlembaga, mulai dari kalangan akademisi, pembuat kebijakan, praktisi agribisnis, hingga komunitas akar rumput. Keterlibatan mahasiswa lintas disiplin ilmu—mulai dari pertanian, sains, hingga ekonomi dan kebijakan publik—diharapkan melahirkan perspektif segar yang komprehensif.
"Ketahanan pangan bukan sekadar ketersediaan stok beras di gudang, melainkan jaminan aksesibilitas, keterjangkauan, dan pemenuhan nutrisi berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah ancaman krisis ini," tegas salah seorang perwakilan inisiator forum di sela-sela kegiatan.
Melalui ruang dialog terbuka ini, peserta membedah berbagai persoalan mendasar di sektor hulu hingga hilir agrikultur Indonesia. Transformasi teknologi dan digitalisasi rantai pasok dinilai menjadi kunci utama dalam memangkas rantai distribusi pangan yang selama ini kerap membebani konsumen akhir sekaligus merugikan petani lokal.
Poin Rekomendasi Mahasiswa bagi Pembuat Kebijakan
Dari hasil rembuk dan diskusi intensif tersebut, perwakilan mahasiswa merumuskan sejumlah rekomendasi strategis yang akan diserahkan kepada instansi terkait sebagai bahan pertimbangan kebijakan:
- Modernisasi Pertanian: Mendorong adopsi teknologi smart farming dan mekanisasi alat pertanian berbasis digital untuk meningkatkan produktivitas hasil tani lokal.
- Regenerasi Petani: Menciptakan skema insentif pembiayaan dan perlindungan usaha tani guna menarik minat generasi Z terjun ke sektor agraris.
- Intervensi Gizi Terintegrasi: Penguatan program edukasi gizi seimbang berbasis pangan lokal guna menekan angka stunting secara berkelanjutan.
- Perlindungan Lahan Pertanian: Pengetatan regulasi alih fungsi lahan sawah produktif menjadi kawasan industri maupun perumahan komersial.
Menghidupkan Kembali Minat Agraris Generasi Muda
Isu penuaan populasi petani di Indonesia turut menjadi sorotan tajam dalam pertemuan ini. Data demografi menunjukkan mayoritas petani nasional kini berada pada rentang usia lanjut, sementara laju regenerasi tenaga kerja agrikultur bergerak lambat. Oleh karena itu, gerakan rembuk pangan ini berkomitmen membangun ekosistem kewirausahaan sosial berbasis pertanian (agripreneurship) di lingkungan kampus.
Melalui forum ini, para mahasiswa menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal kebijakan ketahanan pangan pemerintah, sekaligus berperan aktif mendampingi masyarakat pedesaan demi terciptanya kedaulatan pangan yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial.
Rembuk Pemuda DIY dan DEMA UIN Sunan Kalijaga menggelar forum strategis lintas sektor untuk membedah tantangan pangan dan gizi di Indonesia. Poin rekomendasi utama: - Dorong adopsi smart farming bagi petani muda - Lindungi lahan sawah produktif dari alih fungsi - Perbaiki rantai pasok dan pemenuhan gizi lokal Baca laporan lengkapnya di Beritatercepat.com!
Comments (0)