Proyek revitalisasi dan pembangunan Jembatan Kewek yang berlokasi di kawasan Jalan Abu Bakar Ali, Kelurahan Suryatmajan, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, kini menunjukkan akselerasi positif. Berdasarkan data pengawasan teknis terbaru, progres fisik infrastruktur vital penghubung kawasan cagar budaya dan pusat ekonomi Malioboro tersebut telah menyentuh angka 42 persen.
Pemerintah daerah bersama pihak kontraktor pelaksana terus memacu pengerjaan struktur utama jembatan agar dapat beroperasi penuh sebelum momentum libur perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Jembatan ikonik yang melintasi Kali Code ini dinilai memiliki peran strategis dalam mengurai simpul kemacetan di jantung Kota Gudeg, khususnya arus kendaraan dari arah Kridosono menuju pusat wisata.
Kronologi dan Tahapan Pengerjaan Fisik
Pengerjaan struktur Jembatan Kewek memerlukan presisi tinggi mengingat posisinya yang bersebelahan langsung dengan jembatan rel kereta api aktif milik PT KAI. Berikut adalah tahapan konstruksi yang sedang dan telah dilewati dalam proyek revitalisasi ini:
- Tahap Pembongkaran Struktur Lama: Pengikisan aspal dan pembongkaran elemen struktur lawas yang mengalami penurunan daya dukung beban sejak awal triwulan ketiga.
- Penguatan Fondasi dan Abutmen: Pengecoran pilar penyangga serta penguatan struktur abutmen di bantaran Kali Code yang kini rampung seratus persen.
- Pemasangan Gelagar Jembatan (Girder): Proses fabrikasi dan persiapan perakitan balok gelagar baja komposit yang saat ini tengah berlangsung di lokasi.
- Pengecoran Lantai dan Finishing: Agenda pengecoran pelat lantai jembatan serta pengaspalan berkala yang ditargetkan tuntas pada pertengahan Desember mendatang.
"Akselerasi pengerjaan terus dilakukan dengan menambah jam kerja dan tenaga ahli di lapangan. Kami optimistis akses vital ini dapat dibuka fungsional sebelum puncak arus mudik dan liburan akhir tahun," ujar perwakilan tim pengawas lapangan Dinas Pekerjaan Umum setempat.
Perbandingan Target dan Realisasi Konstruksi
Guna memastikan mutu bangunan dan ketepatan waktu penyelesaian, evaluasi berkala terus dilakukan. Tabel berikut menunjukkan parameter perbandingan antara capaian saat ini dengan target yang ditetapkan:
| Komponen Pekerjaan | Target Awal Pekan Ini | Realisasi Aktual | Status Deviasi |
|---|---|---|---|
| Struktur Bawah (Substructure) | 100% | 100% | Tepat Waktu |
| Struktur Atas (Superstructure) | 35% | 42% | Surplus +7% |
| Pekerjaan Pelengkap & Drainase | 10% | 15% | Surplus +5% |
Urgensi Kelancaran Arus Wisatawan Malioboro
Kawasan simpang Abu Bakar Ali merupakan gerbang masuk utama menuju Malioboro, Stasiun Tugu Yogyakarta, dan kompleks perkantoran Pemda DIY di Kepatihan. Penutupan atau penyempitan jalur selama masa konstruksi sempat memicu perlambatan laju kendaraan dari arah Stadion Kridosono.
Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polresta Yogyakarta terus memberlakukan rekayasa lalu lintas berkala di sekitar lokasi. Percepatan rampungnya Jembatan Kewek menjadi prioritas utama demi mencegah kelumpuhan arus lalu lintas saat ribuan kendaraan wisatawan diprediksi memadati Yogyakarta pada akhir Desember.
Comments (0)