Puan Maharani Dorong Penguatan Tata Kelola Adaptif Saat Terima Delegasi ANAO di DPR

Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan delegasi Australian National Audit Office (ANAO) di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Puan secara khusus menyoro

Jul 08, 2026 - 08:09
0 1
Puan Maharani Dorong Penguatan Tata Kelola Adaptif Saat Terima Delegasi ANAO di DPR

Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan delegasi Australian National Audit Office (ANAO) di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Puan secara khusus menyoroti urgensi penguatan sistem tata kelola negara yang bersifat adaptif guna merespons berbagai tantangan kontemporer, termasuk eskalasi ancaman di ranah keamanan siber.

Delegasi ANAO hadir sebagai tamu resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Rombongan tersebut dipimpin langsung oleh Auditor-General for Australia, Caralee McLiesh. Sementara itu, pihak BPK RI dipimpin oleh Ketua BPK Isma Yatun yang turut mendampingi jalannya audiensi dengan pimpinan parlemen Indonesia tersebut.

Pertemuan ini menekankan bagaimana lembaga pemeriksa dan parlemen harus mampu beradaptasi dengan cepat. Tantangan seperti serangan siber bukan lagi isu teknis semata, melainkan sudah menjadi ancaman serius bagi integritas tata kelola dan keamanan data keuangan negara,

Dalam sambutannya, Puan Maharani didampingi oleh sejumlah anggota DPR RI. Tampak hadir Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Dolfie OFP, serta Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo dan Harris Turino. Kehadiran para wakil rakyat ini menunjukkan komitmen lintas komisi dalam memperkuat fungsi pengawasan dan sinergi kelembagaan internasional.

ANAO sendiri merupakan lembaga setingkat BPK RI di Australia yang memiliki otoritas penuh dalam mengaudit keuangan dan kinerja pemerintahan federal. Kunjungan ini menjadi ajang pertukaran perspektif antara dua lembaga pengawas keuangan negara dari kedua negara. Fokus diskusi menyasar pada bagaimana memperkuat arsitektur pengawasan di tengah meningkatnya kompleksitas administrasi publik dan digitalisasi layanan pemerintahan.

Puan menambahkan bahwa ancaman siber terhadap institusi negara memerlukan respons kelembagaan yang tidak kaku. Menurutnya, parlemen dan lembaga audit harus terus memperbarui instrumen pengawasan agar mampu mendeteksi potensi kebocoran serta celah tata kelola yang disebabkan oleh perkembangan teknologi informasi. Media kami melaporkan bahwa suasana pertemuan berlangsung hangat dan konstruktif, mencerminkan eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia di sektor transparansi dan akuntabilitas. Kunjungan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi kolaborasi teknis yang lebih intensif di masa depan, khususnya menyangkut audit berbasis teknologi dan perlindungan data strategis. Informasi selengkapnya dapat Anda simak melalui laporan eksklusif Beritatercepat.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Lapangan. Reporter lapangan peristiwa terkini.

Comments (0)

User