Warga Terima Kasih ke Satgas PRR Perkuat Struktur Jembatan Enang-enang
Masyarakat Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rek
Masyarakat Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera. Ungkapan syukur ini disampaikan langsung oleh warga setempat seiring dengan rampungnya perbaikan struktur Jembatan Enang-Enang yang menjadi akses vital penghubung bagi aktivitas harian mereka.
Sebelumnya, kondisi jembatan tersebut sangat memprihatinkan. Masyarakat setempat sempat bergotong-royong melakukan perbaikan seadanya melalui skema swadaya. Namun, keterbatasan material, alat berat, serta perencanaan teknis yang minim membuat hasil perbaikan mandiri itu tidak bertahan lama. Kekhawatiran akan keselamatan terus menghantui warga, terutama saat volume air sungai meningkat di musim penghujan.
"Kami sangat berterima kasih atas respons cepat pemerintah melalui Satgas PRR. Selama ini kami sangat mengandalkan Jembatan Enang-Enang untuk berbagai aktivitas, mulai dari mengangkut hasil pertanian, pergi ke sekolah, hingga akses layanan kesehatan. Perbaikan yang struktural ini memberikan kepastian dan rasa aman yang selama ini sangat kami idam-idamkan," ujar Syahrial, tokoh masyarakat Enang-Enang, saat berbincang dengan media kami.
Syahrial menambahkan bahwa hasil pertemuan antara perwakilan warga dengan pemerintah setempat menunjukkan adanya komitmen nyata untuk menyelesaikan persoalan konektivitas di kawasan terpencil tersebut. Menurutnya, kehadiran Satgas tidak hanya membangun kembali infrastruktur fisik yang rusak, tetapi juga membangun kembali kepercayaan serta harapan masyarakat pascabencana yang melanda wilayah Sumatera beberapa waktu lalu. Kecepatan penanganan ini dinilai sangat krusial agar roda perekonomian warga tidak semakin terpuruk akibat akses transportasi yang terputus.
Dengan diperkuatnya struktur Jembatan Enang-Enang, mobilitas warga kini kembali normal dan lebih aman. Aktivitas perekonomian warga, terutama dalam pendistribusian hasil bumi seperti kopi dan sayur-mayur yang menjadi komoditas unggulan Bener Meriah, berangsur pulih. Warga berharap agar pembangunan infrastruktur di daerah-daerah pelosok seperti ini dapat terus menjadi prioritas, mengingat ketergantungan mereka yang sangat tinggi terhadap akses darat tersebut.
Langkah cepat yang diambil oleh Satgas PRR ini menjadi bukti nyata bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan sinergi berkelanjutan antara pemerintah pusat, daerah, serta partisipasi aktif masyarakat. Warga Kampung Arul Cincin pun berharap agar kolaborasi yang solid ini dapat terus terjalin demi terciptanya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Aceh. Demikian laporan yang berhasil dihimpun oleh tim liputan Beritatercepat.com langsung dari lokasi.
Comments (0)