PSI Ungkap Ucapan Jokowi Tak Tahu Ada Injak Kepala Kerbau: Waduh Ramai Ini
Jakarta - Ketua DPP PSI Bestari Barus memberikan klarifikasi terkait momen kontroversial yang melibatkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dalam sebuah prosesi adat di Lampung. Bestari mengung
Jakarta - Ketua DPP PSI Bestari Barus memberikan klarifikasi terkait momen kontroversial yang melibatkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dalam sebuah prosesi adat di Lampung. Bestari mengungkapkan bahwa Jokowi sama sekali tidak mengetahui akan adanya ritual menginjak kepala kerbau saat menghadiri safari politiknya di daerah tersebut beberapa waktu lalu.
Menurut penuturan Bestari kepada awak media, Jumat (3/7/2026), kehadiran Jokowi di acara itu semata-mata untuk menghormati undangan dari para tokoh dan dewan adat setempat. Jokowi, kata dia, tidak terlibat dalam penentuan jalannya prosesi. "Ya, sebetulnya, itu kan kehadiran Pak Jokowi diundang untuk diberikan penghargaan adat setempat ya kan. Dengan gelar Baginda Pemuka Rakyat. Itu kan bukannya, bukan juga Pak Jokowi yang menentukan harus jadi apa, beliau datang menghormati undangan para tokoh, tokoh dewan adat gitulah," ujar Bestari.
Jokowi Kaget dan Sempat Waswas Jadi Pembicaraan
Bestari lebih lanjut membeberkan percakapan dengan Jokowi yang menyebut sang mantan presiden terkejut dengan adanya bagian ritual tersebut. Jokowi bahkan disebut telah menduga momen itu akan memicu keramaian di publik, dan ternyata dugaannya tepat. "Kepada kami, beliau menyampaikan 'waduh ramai ini', karena beliau tidak tahu akan ada prosesi injak kepala kerbau itu," ungkap Bestari menirukan ucapan Jokowi.
Pernyataan ini disampaikan PSI untuk meluruskan berbagai spekulasi yang beredar di masyarakat. Prosesi injak kepala kerbau yang dilakukan Jokowi memang menuai beragam reaksi dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Banyak pihak mempertanyakan makna dari simbol tersebut, sementara yang lain mengkritisi ketidakpekaan terhadap nilai-nilai budaya dan agama tertentu.
Bestari menegaskan bahwa Jokowi tidak memiliki maksud lain selain menghargai adat istiadat lokal yang telah disiapkan oleh tuan rumah. PSI berharap klarifikasi ini bisa meredakan polemik yang berkembang. "Beliau hadir dengan niat baik, menerima penghargaan adat. Tidak lebih dari itu. Kalau ada bagian prosesi yang di luar pengetahuan beliau, itu murni karena beliau menghormati jalannya acara yang sudah disusun dewan adat," imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak dewan adat yang memberikan gelar dan menyelenggarakan prosesi tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait polemik yang terjadi.
Comments (0)