Pria Diturunkan Paksa dari KRL di Pasar Minggu, Diduga Lecehkan Penumpang
JAKARTA – Aksi seorang pria yang diduga melecehkan penumpang wanita di dalam KRL berujung penurunan paksa di Stasiun Pasar Minggu Baru, Jakarta Selatan. Insiden yang terjadi pada Senin (31/3) ini te...
JAKARTA – Aksi seorang pria yang diduga melecehkan penumpang wanita di dalam KRL berujung penurunan paksa di Stasiun Pasar Minggu Baru, Jakarta Selatan. Insiden yang terjadi pada Senin (31/3) ini terekam kamera dan viral di media sosial, memperlihatkan pria tersebut dibawa keluar gerbong oleh petugas dan diserahkan ke pos keamanan stasiun.
Video berdurasi pendek yang beredar menunjukkan seorang pria berbaju gelap digiring oleh beberapa petugas dan penumpang lain. Terdengar teriakan dan protes dari dalam gerbong, sementara pria itu tampak pasif saat dikeluarkan. Seorang saksi mata yang berada di gerbong yang sama mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, pria tersebut diduga melakukan tindakan tidak senonoh kepada seorang penumpang wanita yang berdiri di dekat pintu.
Kronologi Singkat
Berdasarkan penuturan sejumlah saksi, peristiwa bermula saat KRL rute Tanah Abang – Rangkasbitung melintas di antara Stasiun Tanjung Barat dan Pasar Minggu Baru. Korban yang merasa dilecehkan langsung berteriak meminta pertolongan. Beberapa penumpang pria kemudian mengamankan pelaku dan melaporkan ke petugas keamanan di stasiun berikutnya.
- Pelaku diamankan petugas di Stasiun Pasar Minggu Baru sekitar pukul 13.30 WIB.
- Pria tersebut langsung diserahkan ke posko keamanan stasiun untuk pemeriksaan awal.
- Korban mendapatkan pendampingan dari petugas layanan pengguna.
- Video kejadian diunggah ke media sosial dan menjadi viral dalam beberapa jam.
- Tidak ada penundaan perjalanan KRL akibat insiden ini.
Penjelasan KCI
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Andi Wijaya, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Petugas kami langsung merespons laporan dari pengguna dan mengamankan terduga pelaku di Stasiun Pasar Minggu Baru. Saat ini yang bersangkutan sudah diserahkan ke aparat kepolisian untuk proses lebih lanjut,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (1/4).
Andi menegaskan bahwa KCI tidak akan mentoleransi segala bentuk pelecehan di dalam KRL. “Kami mengimbau pengguna untuk segera melapor ke petugas atau melalui aplikasi KRL Access jika mengalami atau melihat tindakan asusila. Setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan serius,” tambahnya.
Pihak KCI juga mengapresiasi keberanian para penumpang yang sigap membantu korban dan mengamankan pelaku. “Ini bukti bahwa pengguna KRL semakin peduli terhadap keamanan dan kenyamanan bersama. Kami terus bekerja sama dengan kepolisian untuk memastikan pelaku mendapatkan sanksi setimpal,” kata Andi.
Imbauan Keamanan
KCI kembali mengingatkan bahwa setiap gerbong KRL dilengkapi dengan tombol darurat dan nomor hotline yang bisa dihubungi. Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur pelaporan di aplikasi KRL Access yang langsung terhubung dengan petugas keamanan. Stasiun-stasiun besar juga memiliki posko pengaduan yang siap melayani 24 jam.
Hingga berita ini diterbitkan, identitas terduga pelaku masih belum diungkap ke publik. Polsek setempat dikabarkan tengah melakukan pemeriksaan intensif dan berkoordinasi dengan korban untuk proses hukum selanjutnya.
Baca juga:
Comments (0)