Pria AS Kira Sakit Bahu Akibat Cedera Otot, Ternyata Kanker Darah

Jul 06, 2026 - 03:57
0 0
Pria AS Kira Sakit Bahu Akibat Cedera Otot, Ternyata Kanker Darah

Jakarta, Beritatercepat.com – Seorang pria asal Texas, Amerika Serikat, Eric Dillon, selama dua tahun meyakini rasa sakit di bahunya hanyalah cedera otot biasa. Namun, kenyataan pahit menghampirinya ketika serangkaian pemeriksaan medis mengungkap bahwa nyeri yang ia derita merupakan gejala kanker darah ganas.

Awalnya Didiagnosis Cedera Rotator Cuff

Melansir CBS News, cerita Dillon bermula ketika ia pertama kali merasakan nyeri di bahu. Pemeriksaan awal oleh dokter ortopedi mengonfirmasi cedera rotator cuff, yaitu kerusakan pada otot dan tendon yang menyelimuti sendi bahu. Terapi fisik dan latihan peregangan awalnya berhasil meredakan sakitnya.

Selama dua tahun berikutnya, Dillon sesekali merasakan ketidaknyamanan serupa. Namun, ia menganggapnya sebagai bagian dari rutinitas. Mengubah posisi tidur atau mengurangi aktivitas fisik cukup untuk membuat rasa sakit itu hilang sementara. Hingga pada Mei 2024, rasa nyeri itu kembali dan mendorongnya untuk kembali memeriksakan diri ke dokter ortopedi.

MRI Ungkap Temuan Mencengangkan

Hasil pemindaian MRI menunjukkan sesuatu yang mencurigakan. Tim medis segera merujuknya ke dokter spesialis onkologi, meski saat itu Dillon belum sepenuhnya memahami situasi yang sebenarnya. Setelah menjalani serangkaian tes lanjutan, diagnosis mengejutkan pun keluar: multiple myeloma, jenis kanker darah yang menyerang sel plasma di sumsum tulang.

"Rasanya seperti ditabrak truk," ujar Dillon menggambarkan momen ia mendengar vonis tersebut.

Multiple myeloma tergolong kanker yang sulit dideteksi dini karena gejalanya seringkali tidak spesifik. Nyeri tulang—terutama di punggung, pinggul, atau tulang rusuk—menjadi salah satu pertanda, selain kelelahan, infeksi berulang, dan penurunan berat badan tanpa sebab jelas.

Beruntung bagi Dillon, kanker yang ia derita terdeteksi pada tahap yang relatif awal. Kini ia tengah menjalani kemoterapi intensif yang diikuti dengan prosedur transplantasi sel punca untuk melawan pertumbuhan sel abnormal tersebut.

Kisah Dillon menjadi pengingat bahwa rasa sakit yang tampaknya biasa bisa jadi merupakan alarm dari kondisi serius. Berkonsultasi secara rutin dan waspada terhadap perubahan pada tubuh dianjurkan oleh para praktisi kesehatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User