Pramono Targetkan Tumpukan Sampah Rusun Pluit Rampung 10 Hari
JAKARTA, DETIK INI JUGA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pembersihan total tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Rumah Susun Waduk Pluit dalam waktu maksimal 10 hari. Per...
JAKARTA, DETIK INI JUGA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pembersihan total tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Rumah Susun Waduk Pluit dalam waktu maksimal 10 hari. Pernyataan tegas ini disampaikan menyusul viralnya video kondisi TPS yang penuh gunungan limbah hingga mengganggu aktivitas ribuan warga penghuni rusun.
Gambar dan video yang beredar luas di media sosial sejak kemarin memperlihatkan sampah menggunung setinggi hampir 3 meter di area TPS. Tumpukan itu memblokir akses kendaraan pengangkut dan menebarkan bau tak sedap. Warga setempat melaporkan kondisi ini sudah berlangsung lebih dari dua pekan dan semakin memburuk setelah libur panjang pekan lalu.
Instruksi Langsung Gubernur
Menurut keterangan resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dikonfirmasi siang ini, Pramono telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Suku Dinas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk menerjunkan seluruh kekuatan. Tidak kurang dari 50 unit truk pengangkut dan 250 personel kebersihan dikerahkan dalam operasi percepatan.
“Kita targetkan maksimal 8 sampai 10 hari semua sampah di TPS Rusun Waduk Pluit sudah terangkut dan kondisinya kembali bersih. Bukan hanya penanganan sesaat, tapi langsung kita evaluasi sistem pengelolaan di sana,” ujar Pramono dalam keterangan tertulisnya.
Pramono menekankan bahwa penumpukan ini bukan semata-mata kelalaian petugas, melainkan dampak dari ledakan volume sampah akibat peningkatan aktivitas rumah tangga saat musim liburan. Namun ia menegaskan tak ada toleransi untuk pembiaran lebih dari 3 hari ke depan.
Kronologi Penumpukan
Berdasarkan data sementara dari DLH DKI, TPS Rusun Waduk Pluit melayani sekitar 2.400 kepala keluarga dengan rata-rata produksi sampah 14 ton per hari. Dalam dua pekan terakhir, dua dari tiga armada pengangkut komunal mengalami kerusakan teknis, sehingga ritasi pengangkutan turun dari normal 8 kali menjadi hanya 3 kali per hari.
Akibatnya, sampah menumpuk dan meluber ke jalan lingkungan di sekitar rusun. Saksi mata menyebutkan bau busuk sudah tercium hingga radius 200 meter, dan beberapa anak di sekitar lokasi mulai mengeluhkan gangguan pernapasan ringan.
“Seharusnya ini jadi alarm. Kami sudah lapor ke pengurus rusun berkali-kali, tapi baru sekarang ada respons setelah viral,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Strategi Percepatan
Kepala DLH DKI Jakarta mengungkapkan bahwa operasi pengangkutan akan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama selama tiga hari ke depan difokuskan pada pengangkutan sampah di area muka TPS yang sudah menghalangi jalan. Tahap kedua menyisir tumpukan di bagian dalam dan melakukan pencucian lokasi agar tidak meninggalkan residu.
DLH juga mendatangkan dua alat berat jenis loader untuk mempercepat pemindahan sampah ke truk kontainer. Armada tambahan disiapkan dari beberapa kecamatan tetangga untuk memperkuat ritasi. Seluruh sampah akan diangkut langsung ke TPST Bantargebang tanpa melalui tempat penampungan sementara lain.
“Kita all-out di sini. Target kami dalam 3 hari pertama sudah tidak ada lagi tumpukan yang menghalangi akses. Setelah itu baru kita normalisasi,” tegas Kepala DLH.
Komitmen Jangka Panjang
Pramono menambahkan bahwa persoalan di Rusun Waduk Pluit ini akan menjadi titik awal evaluasi menyeluruh sistem pengelolaan sampah di seluruh rumah susun milik Pemprov DKI. Ia memerintahkan jajarannya untuk menghitung kapasitas tampung setiap TPS di rusun dan menyesuaikannya dengan jumlah penghuni serta frekuensi pengangkutan.
“Kita tidak mau ini berulang. Setiap rusun harus punya sistem pengangkutan harian tanpa pengecualian, termasuk libur nasional. Kalau perlu kita tambah kontrak armada khusus untuk klaster rusun rawan,” katanya.
Pemerintah provinsi juga akan memperkuat program pemilahan sampah dari sumber agar volume sampah yang masuk ke TPS bisa berkurang hingga 30 persen. Edukasi pemilahan akan dimasifkan dengan melibatkan kader lingkungan di setiap blok rusun.
Harapan Warga
Warga Rusun Waduk Pluit menyambut baik janji gubernur meski masih menyisakan skeptisisme. “Kami cuma minta konsisten. Kalau perlu setiap hari ada petugas permanen di sini, bukan hanya pas viral saja,” ujar seorang penghuni blok D.
Hingga berita ini diturunkan, proses pengangkutan sampah sudah dimulai dan diperkirakan beroperasi 24 jam secara bergilir. Pemprov DKI berjanji akan merilis perkembangan harian volume sampah terangkut untuk menjaga transparansi dan memastikan target 10 hari benar-benar tercapai.
Operasi darurat ini sekaligus menjadi ujian bagi kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dalam menangani krisis kecil yang mencuat ke permukaan. Publik kini menanti apakah tenggat ambisius tersebut akan terbayar dengan tuntasnya masalah sampah atau hanya menjadi janji pejabat di depan kamera.
Comments (0)