Pramono: Gratiskan Wisata HUT Jakarta, Transaksi Melonjak Drastis

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya membongkar alasan utama menggratiskan seluruh layanan transportasi dan tempat wisata selama perayaan HUT ke-428 Jakarta. Kebijakan ini disebut m...

Jul 13, 2026 - 13:39
0 0
Pramono: Gratiskan Wisata HUT Jakarta, Transaksi Melonjak Drastis

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya membongkar alasan utama menggratiskan seluruh layanan transportasi dan tempat wisata selama perayaan HUT ke-428 Jakarta. Kebijakan ini disebut mampu memicu transaksi ekonomi yang sangat besar.

Dalam konferensi pers yang digelar Selasa (10/7/2026), Pramono menjelaskan bahwa penggratisan bukan sekadar perayaan, melainkan strategi terukur untuk menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan.

Strategi 'Gratis' yang Menghasilkan Uang

Pramono memaparkan data sementara yang menunjukkan lonjakan transaksi hingga Rp15,8 miliar dalam tiga hari pertama. Angka ini berasal dari peningkatan aktivitas di 87 titik wisata dan seluruh moda transportasi publik.

“Transaksinya besar sekali. Ketika orang bergerak, uang ikut bergerak. Ini bukan sekadar menggratiskan, tapi kita memicu ekonomi bawah,” ujar Pramono.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kunjungan ke Ancol, Monas, dan TMII melonjak 320 persen dibandingkan akhir pekan biasa. Hal ini mendorong peningkatan pendapatan pedagang kecil, mulai dari penjual makanan, suvenir, hingga jasa parkir.

UMKM Dapat Dampak Langsung

Sejumlah pelaku UMKM di sekitar lokasi wisata mengaku omzet mereka melambung tinggi. Sari (42), pedagang sate di Kota Tua, menyatakan pendapatannya naik hingga tujuh kali lipat dari hari biasanya.

“Biasanya paling laku Rp500 ribu sehari. Kemarin (9/7) bisa tembus Rp3,5 juta,” kata Sari.

Pemprov DKI menggratiskan tiket masuk di semua tempat wisata milik pemprov dan memberikan subsidi penuh pada Transjakarta, MRT, dan LRT. Kebijakan ini berlangsung 8–14 Juli 2026.

Transportasi Massal Jadi Kunci

Kebijakan gratis juga diterapkan pada Transjakarta, MRT, dan LRT. Jumlah penumpang harian melejit 185 persen, mencapai 2,3 juta orang dalam sehari—rekor baru sejak pandemi.

“Dengan transportasi gratis, mobilitas warga tidak lagi dibatasi biaya. Dampaknya langsung terasa pada ekonomi lokal,” jelas Pramono.

Pemerintah pusat mengapresiasi langkah ini sebagai model stimulus ekonomi berbasis wisata dan transportasi yang dapat ditiru daerah lain. Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia menyebut kebijakan ini sebagai “stimulus cerdas” karena tidak membebani APBD secara signifikan, tetapi menghasilkan perputaran uang tinggi dalam waktu singkat.

Hingga berita ini diturunkan, arus wisatawan masih terpantau padat. Transaksi diprediksi terus bertambah menjelang puncak perayaan akhir pekan nanti.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User