Sep 29, 2026
Nasional

Pramono Anung Tata Anak Kali Krukut 2,3 Km Tanpa Penggusuran

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengubah pendekatan penanganan Anak Kali Krukut dari sekadar pengerukan sedimentasi menjadi penataan kawasan terp

Pramono Anung Tata Anak Kali Krukut 2,3 Km Tanpa Penggusuran

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengubah pendekatan penanganan Anak Kali Krukut dari sekadar pengerukan sedimentasi menjadi penataan kawasan terpadu sepanjang 2,3 kilometer. Perubahan kebijakan ini ditegaskan Gubernur Pramono Anung saat meninjau langsung proses pengerukan di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (28/9/2026).

Selama ini penanganan kali yang melintasi kawasan padat penduduk tersebut berhenti pada pengangkutan lumpur. Kini Pemprov DKI menyiapkan paket pekerjaan yang jauh lebih komprehensif, mulai dari pembangunan turap, pembenahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) komunal, hingga penghijauan di sepanjang bantaran sungai.

"Hari ini saya sengaja datang kembali ke Anak Kali Krukut, dan saya memutuskan bahwa penanganan ini tidak bisa lagi hanya sekadar menggali lumpur. Kita akan menata ini menjadi kawasan terpadu sepanjang 2,3 kilometer secara matang, termasuk pembangunan turap, penataan MCK komunal yang lebih baik, serta penghijauan di sepanjang bantaran," ujar Pramono.

Warga Tetap Bertahan, Penggusuran Ditiadakan

Bagian paling menonjol dari rencana ini adalah jaminan bahwa tidak ada warga yang digusur. Pemprov DKI memastikan penataan dilakukan dengan tetap mempertimbangkan aspek sosial, mengingat sebagian besar penghuni telah tinggal dan mencari nafkah di kawasan tersebut selama puluhan tahun.

"Kami tidak melakukan penggusuran karena masyarakat rata-rata sudah tinggal puluhan tahun dan mencari nafkah di kawasan ini. Yang kita lakukan adalah merapikan fasilitas penunjang seperti MCK agar lebih layak dan bersih, sehingga lingkungannya tertata dengan sehat," jelasnya.

Pendekatan humanis ini sejalan dengan keluhan warga selama ini yang merasa kerap terdampak program normalisasi sungai di Jakarta. Dengan memperbaiki sanitasi dan ruang publik tanpa membongkar rumah, pemerintah berharap kualitas hidup warga bantaran justru meningkat bersamaan dengan membaiknya fungsi sungai.

Rencana Teknis dan Target Waktu

Penataan terpadu mencakup ruas sepanjang 2.315 meter yang melintasi tiga kelurahan padat penduduk di Jakarta Pusat, yakni Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali. Secara teknis, ruas tersebut dibagi menjadi lima segmen pengerjaan agar bisa dikerjakan bertahap.

  • Segmen 1A sepanjang 270 meter belum masuk tahap pengerukan karena masih terdapat bangunan di sisi jalan dan menunggu penataan kawasan, setelah perbaikan turap dilakukan pada 2025.
  • Segmen 1B dari Jembatan Rel hingga Jalan Jati Bunder mencapai 91 meter dari total 345 meter dengan volume 236 meter kubik material terangkat.
  • Segmen 1C dari Jalan Jati Bunder hingga Jalan Lontar Raya menjadi progres terjauh, yakni 376 meter dari total 390 meter dengan volume sekitar 2.494,2 meter kubik.
  • Segmen 2 baru berjalan 35 meter dari 430 meter, dengan proses pengepukan dilakukan secara estafet.
  • Segmen 3 di ruas Blok G Pasar Tanah Abang hingga Jalan Jatibaru sepanjang 880 meter masih tahap perencanaan.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta diminta mempresentasikan rencana teknis penataan pada pekan depan. Pekerjaan fisik kawasan terpadu ditargetkan dimulai awal 2027 dan rampung menyeluruh pada 2028. Jika regulasi mensyaratkan penetapan lokasi, Pramono menyatakan akan didorong demi penataan menyeluruh.

Tantangan Kawasan Padat

Kepadatan permukiman menjadi kendala utama pelaksanaan. Mobilisasi alat berat sangat terbatas, sehingga sebagian pengangkutan material harus dilakukan secara manual. Kondisi ini membuat progres pengerukan berjalan bertahap dan tidak bisa dipaksakan dengan kecepatan penuh.

"Di sini kawasan sangat padat, sehingga mobilisasi alat berat sulit dan sebagian pengangkutan harus dilakukan secara manual," ujar Pramono.

Selain itu, Segmen 3 menghadapi keterbatasan akses alat dan area pemuatan di kawasan Pasar Tanah Abang, sehingga penanganannya baru bisa dimulai setelah aspek teknis dirampungkan.

Ajakan Jaga Sungai dari Sampah

Pramono juga mengingatkan bahwa keberhasilan penataan sangat bergantung pada kesadaran warga. Ia meminta masyarakat berhenti membuang sampah ke sungai agar investasi perbaikan tidak sia-sia dan sungai tidak cepat tersumbat kembali.

"Kami meminta kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran agar tidak membuang sampah ke sungai. Percuma kita lakukan perbaikan jika kebiasaan membuang sampah masih ada, karena hal itu akan membuat sungai cepat tersumbat kembali," kata Gubernur DKI.

Dengan kombinasi infrastruktur, sanitasi, penghijauan, dan partisipasi warga, Anak Kali Krukut ditargetkan berubah menjadi kawasan terpadu yang sehat tanpa mengorbankan hak huni warganya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User