Jakarta — Polda Metro Jaya dijadwalkan mengumumkan hasil ekshumasi jenazah Sutrimo, mantan pekerja eks Jampidsus Febrie Adriansyah, pada Rabu (13/8/2026). Keluarga korban turut diundang hadir dalam pengumuman tersebut sebagai bagian dari transparansi proses penyidikan yang sedang berjalan.
Sutrimo merupakan sosok yang selama ini dikaitkan dengan kasus dugaan pembunuhan terhadap mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Jenazahnya sempat dimakamkan, namun penyidik kemudian melakukan ekshumasi atau penggalian kembali untuk keperluan otopsi dan pengumpulan barang bukti.
Latar Belakang Ekshumasi
Ekshumasi dilakukan setelah penyidik menemukan sejumlah temuan baru yang dianggap penting dalam mengungkap rangkaian peristiwa di sekitar kasus Febrie Adriansyah. Proses penggalian jenazah sendiri berlangsung di pemakaman keluarga di Desa Wlaha, dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.
Dalam proses tersebut, tim forensik disebut mengambil sampel dan barang bukti untuk diperiksa di laboratorium. Hasil analisis laboratorium itulah yang nantinya akan disampaikan kepada publik dan keluarga korban dalam konferensi pers yang dijadwalkan besok.
- Ekshumasi jenazah — Penggalian dilakukan untuk keperluan otopsi ulang dan pengambilan barang bukti.
- Pemeriksaan laboratorium — Sampel dikirim ke tim forensik untuk analisis mendalam.
- Pengumuman hasil — Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers dan mengundang keluarga korban.
- Tindak lanjut penyidikan — Hasil ekshumasi menjadi dasar pengembangan kasus lebih lanjut.
Keluarga Korban Diundang Hadir
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa keluarga Sutrimo diundang langsung dalam pengumuman hasil ekshumasi. Lang ini diambil untuk menjaga komunikasi dengan pihak keluarga sekaligus memberikan kejelasan atas perkembangan penyidikan.
"Kami ingin keluarga korban mendapatkan informasi secara langsung dan transparan mengenai hasil ekshumasi serta langkah selanjutnya," ujar perwakilan Polda Metro Jaya.
Sebelumnya, kasus yang menjerat nama Febrie Adriansyah telah menjadi perhatian publik lantaran melibatkan sejumlah pejabat dan mantan aparat penegak hukum. Penyidikan terus berjalan dengan memeriksa saksi-saksi dan meminta keterangan ahli.
Tentang Febrie Adriansyah dan Kasusnya
Febrie Adriansyah merupakan mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus yang namanya sempat melambung saat menangani sejumlah perkara korupsi besar di Indonesia. Namun belakangan, dirinya justru terseret dalam kasus yang mengguncang internal kejaksaan.
Sutrimo, yang semasa hidupnya bekerja di lingkungan eks Jampidsus, disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Febrie. Perannya dalam kasus ini masih terus didalami oleh penyidik Polda Metro Jaya.
- Lokasi ekshumasi: Desa Wlaha, Jawa Timur.
- Instansi penyidik: Polda Metro Jaya.
- Tersangka terkait: Febrie Adriansyah (eks Jampidsus).
- Agenda berikutnya: Konferensi pers hasil ekshumasi.
Langkah Selanjutnya
Setelah pengumuman hasil ekshumasi, penyidik dikabarkan akan melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang belum dimintai keterangan. Kemungkinan adanya tersangka baru juga tidak dikecualikan mengingat temuan-temuan baru dari hasil analisis forensik.
Publik pun menantikan pengumuman resmi besok, yang diharapkan memberikan kejelasan atas kasus yang telah berlarut ini. Polda Metro Jaya berjanji akan menyampaikan fakta-fakta berdasarkan hasil penyidikan, bukan sekadar dugaan.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya transparansi dalam penanganan perkara yang melibatkan aparat penegak hukum. Bagi keluarga Sutrimo, pengumuman besok menjadi momen yang dinanti untuk mengetahui kebenaran di balik kematian kerabat mereka.
Comments (0)