Sep 29, 2026
Nasional

Mahathir Tak Kuasa Bendung Air Mata di Pemakaman Hasmah

Kuala Lumpur — Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad tak kuasa membendung air mata saat menyaksikan sang istri tercinta, Siti Hasmah, dikebumik

Mahathir Tak Kuasa Bendung Air Mata di Pemakaman Hasmah

Siti Hasmah, istri mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad

Kuala Lumpur — Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad tak kuasa membendung air mata saat menyaksikan sang istri tercinta, Siti Hasmah, dikebumikan. Pria yang pernah memimpin dua periode kepemimpinan Malaysia itu terlihat berdiri tegak namun dengan air mata mengalir di pipi ketika prosesi pemakaman berlangsung.

Sosok yang dikenal keras dan tegas selama lebih dari empat dekade di panggung politik itu tampak begitu rapuh di momen paling pribadi dalam hidupnya. Di usianya yang telah menembus seratus tahun, Mahathir kehilangan sosok yang telah mendampinginya sejak masih muda — seorang dokter yang menjadi tempatnya pulang setelah puluhan tahun berpolitik.

Detik-detik prosesi pemakaman

Warga yang hadir menyaksikan langsung betapa berat perpisahan itu bagi Mahathir. Ia sempat menunduk beberapa kali, seolah tak percaya bahwa perempuan yang telah mendampinginya sekian lama kini benar-benar pergi untuk selama-lamanya. Air mata mantan pemimpin itu menjadi simbol duka yang mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi publik Malaysia yang mengenal pasangan ini sebagai salah satu pasangan paling langka dalam sejarah politik negara itu.

Perpisahan yang terjadi bukan sekadar kehilangan seorang istri, melainkan berakhirnya sebuah kisah cinta yang berjalan hampir tujuh puluh tahun lamanya.

Mahathir dan Hasmah menikah sejak 1956, jauh sebelum namanya melambung sebagai Perdana Menteri. Selama rentang waktu itu, mereka melewati masa-masa sulit, naik turun karier politik, hingga sorotan publik yang tak pernah berhenti. Namun, keduanya selalu terlihat berdampingan — dari foto-foto arsip hingga unggahan keluarga di media sosial.

Sekitar tujuh puluh tahun berumah tangga

Siti Hasmah dikenal sebagai sosok yang lembut namun berpengaruh di balik layar. Seorang dokter berpendidikan yang memilih mendukung karier suaminya sambil tetap menjaga keluarga. Banyak yang menyebut Hasmah sebagai penyeimbang karakter Mahathir yang dikenal tegas.

Pasangan ini dikaruniai beberapa anak yang kini telah berkeluarga. Duka mereka tentu tidak hanya dirasakan oleh keluarga inti, tetapi juga oleh kerabat dan rekan seperjuangan Mahathir selama bertahun-tahun di dunia politik Malaysia.

Kisah cinta mereka kerap dijadikan contoh bagaimana sebuah rumah tangga bisa bertahan meski tekanan politik terus menghantam. Tak banyak pasangan di dunia politik yang mampu bertahan sedemikian lama, apalagi dengan cobaan yang datang bertubi-tubi.

Duka yang dirasakan publik Malaysia

Kabar kepergian Siti Hasmah langsung menyebar luas di media sosial dan media massa Malaysia. Warganet membanjiri unggahan dengan ucapan belasungkawa dan pujian terhadap kontribusi Hasmah selama ini. Banyak di antara mereka yang menyebut momen air mata Mahathir sebagai bagian paling menyentuh dari seluruh rangkaian berita duka tersebut.

Bagi Mahathir, kehilangan ini tentu meninggalkan ruang yang tak tergantikan. Selama ini, Hasmah bukan hanya istri, tetapi juga sahabat dan penasihat paling dekat. Tanpanya, jalannya hari-hari ke depan pasti akan terasa sangat berbeda.

Publik Malaysia kini hanya bisa mendoakan agar arwah Siti Hasmah diterima di sisi Tuhan, sekaligus memberikan dukungan moral bagi Mahathir yang kini harus menjalani sisa hidupnya tanpa pendamping setia yang telah bersamanya hampir seabad itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User