Prabowo Sentil Cak Imin: Kemarin Musuh, Sekarang Kawan
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melontarkan guyonan pedas menyasar sikap politik Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Dalam sebuah forum, Prabowo secara terbuka menyingg...
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melontarkan guyonan pedas menyasar sikap politik Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Dalam sebuah forum, Prabowo secara terbuka menyinggung realitas politik yang kerap berubah drastis: dari berhadap-hadapan menjadi satu kubu.
Pernyataan itu disampaikan dengan nada satire khas mantan Danjen Kopassus tersebut. Ia menggambarkan ironi bagaimana pertempuran sengit di gelanggang politik dapat berakhir dalam satu meja kabinet. “Dulu berpisah, sekarang bersama,” demikian esensi celetukan yang memantik tawa hadirin.
Dinamika Koalisi yang Cair
Hubungan Prabowo dan Cak Imin memang mengalami pasang surut signifikan. Pada kontestasi sebelumnya, keduanya mengambil jalur berbeda yang menempatkan mereka pada poros berseberangan. PKB saat itu solid mendukung pasangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar sebagai rival utama Prabowo-Gibran. Namun, usai hasil pemilu ditetapkan, peta politik berubah total. PKB resmi merapat ke pemerintahan baru.
Langkah PKB bergabung ke koalisi pemerintah memicu diskursus luas soal pragmatisme politik. Kecepatan perubahan haluan tersebut menjadi sorotan karena terjadi hanya dalam hitungan bulan pasca-kontestasi. Guyuran kritik sempat mengarah ke Cak Imin terkait konsistensi sikap partainya.
Sisi Lain 'Sindiran Persahabatan'
Meski terkesan menyindir, pengamat menilai pernyataan Prabowo lebih sebagai penegasan realitas politik Indonesia yang cair dan akomodatif. Dalam tradisi politik tanah air, konsep oposisi permanen nyaris tidak pernah menjadi pilihan permanen. Pidato tersebut juga bisa dibaca sebagai pamer stabilitas—menunjukkan bahwa pemerintah mampu merangkul semua kekuatan, termasuk mereka yang dulu berseberangan secara ideologis dan elektoral.
- Fakta kunci: Cak Imin dan PKB sempat diposisikan sebagai oposisi terhadap pemerintahan Jokowi dan kadernya.
- Perubahan posisi: Kurang dari setahun, PKB resmi mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
- Konteks forum: Celetukan dilontarkan di hadapan kader partai dan elite politik.
Cak Imin sendiri menanggapi celetukan itu dengan senyum lebar. Gestur tersebut menunjukkan penerimaan total terhadap dinamika politik. Sosoknya memang dikenal luwes dalam membaca arah angin. Pertemuan ini menjadi simbol meredanya rivalitas pasca-konsolidasi demokrasi.
Prabowo tampaknya ingin menegaskan bahwa dalam politik, tidak ada musuh abadi. Semuanya kembali ke kepentingan bangsa dan tentu saja, kalkulasi kekuatan elektoral untuk agenda lima tahun ke depan. Momen tersebut sekaligus menutup lembaran lama kompetisi Pilpres yang panas.
Baca juga:
Comments (0)