Kecelakaan Maut Pantura Indramayu, Pikap Rombongan Pengantin Ringsek, 10 Meninggal

BREAKING NEWS — Kecelakaan beruntun melibatkan pikap pengangkut rombongan pengantin terjadi barusan di Jalur Pantura Indramayu. Total 10 orang meninggal dunia di tempat. Delapan lainnya luka berat d...

Jul 12, 2026 - 20:32
0 0
Kecelakaan Maut Pantura Indramayu, Pikap Rombongan Pengantin Ringsek, 10 Meninggal

BREAKING NEWS — Kecelakaan beruntun melibatkan pikap pengangkut rombongan pengantin terjadi barusan di Jalur Pantura Indramayu. Total 10 orang meninggal dunia di tempat. Delapan lainnya luka berat dan ringan.

Kronologi Tabrakan Maut

Insiden nahas ini berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB. Pikap hitam bernomor polisi E 8317 C bermuatan 17 orang melaju dari arah Cirebon menuju Indramayu. Kendaraan diduga kehilangan kendali saat akan menyalip. Pikap oleng, lalu menabrak truk tronton dari depan. Tepat di belakangnya, mobil los bak tak sempat menghindar dan menghantam bagian samping pikap.

Benturan dahsyat membuat kendaraan pikap remuk di bagian depan dan samping kanan. Sejumlah korban terpental keluar dari bak terbuka. Saksi mata, Rudi (42), menyebut suara benturan seperti bom. “Saya lari ke lokasi, banyak korban sudah tak bergerak,” ujarnya dengan suara gemetar.

Fakta-fakta Penting di Lapangan

  • 10 meninggal dunia — enam pria, empat wanita, termasuk seorang anak usia tiga tahun.
  • 8 luka-luka — empat kritis di RSUD Indramayu, empat lainnya rawat jalan.
  • Pikap membawa 17 orang, melebihi kapasitas maksimal.
  • Rombongan usai akad nikah di Cirebon, menuju resepsi di Indramayu.
  • Jalur Pantura sempat lumpuh total dua jam untuk evakuasi.
  • Polisi sudah mengamankan sopir truk dan sopir los bak untuk dimintai keterangan.

Evakuasi Darurat

Tim SAR gabungan tiba 15 menit setelah kejadian. Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas harus memotong badan pikap menggunakan alat berat. Korban selamat dievakuasi lebih dulu dengan prioritas medis. “Kami langsung bawa ke IGD, kondisi empat korban kritis dengan pendarahan hebat,” kata dr. Nisa, dokter jaga RSUD Indramayu.

Korban meninggal dievakuasi ke kamar jenazah. Proses identifikasi berjalan lambat karena sebagian korban tak membawa identitas. Hingga siang ini, delapan jenazah sudah dikenali keluarga yang langsung histeris di rumah sakit.

Rombongan Pengantin Nahas

Informasi dihimpun menyebutkan rombongan ini selesai mengikuti prosesi ijab kabul pengantin perempuan di Plered, Cirebon. Mereka bertolak pagi hari menuju hajatan di Indramayu kota. Pikap yang mereka tumpangi sebenarnya disewa khusus untuk hari itu. Sopir pikap, Asep (35), termasuk dalam daftar korban meninggal.

“Ini musibah besar, mereka semua kerabat dekat pengantin,” tutur Hasan, keluarga mempelai. Pihak keluarga enggan berkomentar banyak, menyatakan belum bisa berpikir jernih.

Penyelidikan Polisi

Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Yudha, langsung memimpin olah TKP. “Kami masih selidiki penyebab pasti. Dugaan awal, pikap melaju dengan kecepatan tinggi, bermuatan lebih, dan sopir kurang antisipasi. Namun kami periksa semua kemungkinan, termasuk kondisi jalan dan kendaraan lain,” jelasnya di depan wartawan.

Polisi akan memeriksa rekaman CCTV sekitar lokasi. Sopir truk dan mobil los bak akan menjalani tes alkohol dan narkoba. Barang bukti tiga kendaraan diamankan ke Markas Polres.

Respons dan Imbauan

Bupati Indramayu menyampaikan duka mendalam dan akan menanggung seluruh biaya perawatan korban. Jalur Pantura kini sudah kembali normal, namun polisi mengimbau pengendara tetap waspada. “Jangan memaksakan kecepatan dan selalu cek kondisi kendaraan, apalagi angkutan orang. Nyawa taruhannya,” tegas AKP Yudha.

Musibah ini menambah panjang catatan hitam kecelakaan di Jalur Pantura. Data kepolisian mencatat, selama tiga bulan terakhir, lima kecelakaan berat terjadi di segmen Indramayu-Cirebon, dengan total korban jiwa lebih dari 20 orang.

Tim kami akan terus menyajikan perkembangan terbaru dari tragedi ini. Tetap pantau laporan langsung kami dari lokasi hanya dalam hitungan menit ke depan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User