Polisi Selidiki Kematian Misterius Eks Karumga Jampidsus di Depan Klinik Kecantikan
Jakarta Selatan – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta kini tengah mengusut tewasnya seorang laki-laki paruh baya yang diidentifikasi sebagai Sutrimo, di depan bangunan klinik kecantikan di kawasa...
Jakarta Selatan – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta kini tengah mengusut tewasnya seorang laki-laki paruh baya yang diidentifikasi sebagai Sutrimo, di depan bangunan klinik kecantikan di kawasan elit Kebayoran Baru. Jenazah pertama kali ditemukan oleh warga pada dini hari tadi, memicu spekulasi liar di masyarakat setempat.
Kronologi Penemuan
Seorang saksi mata, yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di sekitar lokasi, mengaku melihat sosok tergeletak di trotoar depan klinik tersebut sekitar pukul 03.30 WIB. “Saya kira orang tidur, tapi setelah didekati dia tidak bergerak sama sekali dan ada bercak darah,” ujarnya enggan disebutkan namanya. Tim Inafis Polda Metro Jaya segera dikerahkan setelah mendapat laporan. Lokasi langsung dipasangi garis polisi.
Petugas menemukan sejumlah barang pribadi di sekitar tubuh korban, termasuk dompet berisi identitas dan telepon seluler. Sumber internal kepolisian mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan tanda-tanda perampokan. “Kami masih mendalami apakah ini murni tindak kriminal atau ada faktor lain,” ungkap seorang penyidik secara terpisah. Hingga kini motif dan pelaku masih gelap.
Jejak Karier dan Desas-desus
Bersamaan dengan penyelidikan, beredar informasi di kalangan internal kejaksaan bahwa Sutrimo merupakan mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) di lingkungan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Isu ini memantik dugaan adanya keterkaitan antara kematian misterius tersebut dengan pekerjaannya terdahulu yang banyak bersinggungan dengan kasus-kasus besar. Namun, pihak Kejaksaan Agung belum memberikan pernyataan resmi.
Kerabat dekat korban menyebut Sutrimo telah pensiun sejak dua tahun silam dan dikenal sebagai pribadi yang tertutup. “Beliau tidak pernah menceritakan masalah apa pun. Kami shock berat,” kata salah seorang anggota keluarga saat ditemui di rumah duka. Keluarga berharap polisi segera mengungkap fakta di balik peristiwa nahas ini.
Langkah Kepolisian
Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa rekaman CCTV di sekitar klinik kecantikan dan meminta keterangan dari empat saksi. “Kami juga tengah memeriksa riwayat komunikasi dan aktivitas terakhir korban untuk membangun kronologi yang utuh,” tegasnya. Hasil autopsi masih dinanti untuk memastikan sebab pasti kematian.
Masyarakat diminta tidak berspekulasi dan segera melapor jika memiliki informasi terkait. Kasus ini menjadi sorotan karena lokasi kejadian yang strategis dan latar belakang korban yang menyentuh institusi penegak hukum. Polda Metro Jaya menjamin transparansi penuh dalam pengusutan perkara ini.
Comments (0)